comscore

Tak Ada WNI Jadi Korban dalam Tiga Penembakan Terbaru di AS

Marcheilla Ariesta - 02 Juni 2022 15:47 WIB
Tak Ada WNI Jadi Korban dalam Tiga Penembakan Terbaru di AS
Penembakan di Tusla, Oklahoma, AS./AFP
Jakarta: Amerika Serikat (AS) menghadapi tiga penembakan di lokasi berbeda dalam waktu dekat. Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha mengatakan, tidak ada WNI menjadi korban penembakan tersebut.

"Segera setelah mendapatkan informasi penembakan, KJRI yang ada di Los Angeles dan Houston berkoordinasi dengan otoritas setempat dan juga WNI yang berada di lokasi kejadian," kata Judha dalam konferensi pers secara virtual, Kamis, 2 Juni 2022.
"Dari informasi yang diterima dari perwakilan kita di AS, tidak ada WNI yang menjadi korban dalam insiden penembakan tersebut," sambungnya.

Mengingat maraknya penembakan massal di Negeri Paman Sam, Judha menuturkan, perwakilan RI di AS meningkatkan koordinasi dengan otoritas keamanan setempat di wilayah kerja masing-masing.

Baca juga: Penembakan di Rumah Sakit AS Tewaskan 5 Orang Termasuk Pelaku

Ia juga menambahkan, komunikasi dengan komunitas masyarakat dan tokoh masyarakat Indonesia di sana terus dijalin. Selain itu, perwakilan RI juga menyampaikan imbauan kepada WNI untuk tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaannya.

"Jangan jalan sendirian, gunakan buddy system, kemudian laporkan segera ke otoritas setempat dan perwakilan RI jika terjadi tindakan kekerasan, aksi kriminal dan hal gawat darurat lain," tutur Judha.

Ia mengingatkan kembali agar WNI melakukan lapor diri melalui portal Peduli WNI. Jika data sudah ada, ucap Judha, maka akan meningkatkan kecepatan dan keakuratan respons pihak KJRI.

Judha juga mengingatkan untuk mengunduh Safe Travel untuk mendapatkan informasi terbaru serta hotline perwakilan RI di AS dan seluruh dunia.

Penembakan di AS terakhir terjadi di Tulsa, Oklahoma. Sebanyak empat orang dan seorang pelaku tewas dalam penembakan di Rumah Sakit St Francis.

Insiden fatal itu terjadi setelah seorang pria bersenjatakan senapan laras panjang dan pistol melepaskan tembakan di dalam gedung medis di Tulsa, Oklahoma.
 
"Penembak juga tewas, tampaknya karena luka yang ditimbulkannya sendiri," kata wakil Kepala Polisi Tulsa Jonathan Brooks.

Dia mengatakan, polisi berusaha menentukan identitas pria itu. Pelaku diperkirakan berusia antara 35 dan 40 tahun.
 
Penembakan terjadi di lantai dua Gedung Kampus Natalie, yang berisi kantor dokter, termasuk pusat ortopedi. Eric Dalgleish, wakil kepala polisi Tulsa lainnya, mengatakan, dia yakin para korban termasuk karyawan dan pasien.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id