comscore

Biden Akan Kerahkan Pasukan AS ke Eropa Timur dan Negara-Negara NATO

Willy Haryono - 29 Januari 2022 12:43 WIB
Biden Akan Kerahkan Pasukan AS ke Eropa Timur dan Negara-Negara NATO
Presiden AS Joe Biden berbicara kepada awak media mengenai isu Ukraina di Joint Base Andrews di Maryland, 28 Januari 2022. (SAUL LOEB / AFP)
Maryland: Presiden Joe Biden berencana mengirim pasukan Amerika Serikat (AS) ke Eropa Timur dan negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Rencana ini dilontarkan di tengah kekhawatiran akan terjadinya invasi pasukan Rusia ke Ukraina.

"Saya akan menggerakkan pasukan AS ke Eropa Timur dan negara-negara NATO dalam waktu dekat. Jumlahnya tidak banyak," kata Biden kepada awak media, dikutip dari laman NTD, Sabtu, 29 Januari 2022.
Pernyataan disampaikan Biden saat dirinya tiba di pangkalan militer Joint Base Andrews di Maryland usai berpidato di Pittsburgh. Kepada para jurnalis, Biden mengatakan bahwa belum ada lagi informasi terkini mengenai Ukraina dalam beberapa jam terakhir.

Ketegangan terkini dipicu penumpukan personel militer Rusia dekat perbatasan Ukraina yang jumlahnya diestimasi melampaui 100 ribu. Rusia berulang kali membantah akan menginvasi tetangganya, dan mengaku hanya ingin meminta jaminan keamanan dari AS dan NATO.

Salah satu yang diminta Rusia adalah jaminan bahwa Ukraina tidak akan pernah menjadi anggota NATO. AS dan NATO menolak permintaan tersebut, dengan mengatakan bahwa Ukraina berhak menentukan sendiri kebijakan pertahanan mereka.

Beberapa hari lalu, Kementerian Pertahanan AS atau Pentagon mengatakan bahwa 8.500 prajurit Negeri Paman Sam telah disiagakan dan dapat dikerahkan sewaktu-waktu jika situasi seputar isu Rusia-Ukraina memburuk.

Dalam sebuah pernyataan pers di Pentagon, Menhan AS Lloyd Austin mengatakan bahwa penumpukan pasukan Rusia di sepanjang perbatasan Ukraina telah mencapai titik di mana Presiden Vladimir Putin kini memiliki kapabilitas untuk melancarkan berbagai opsi militer, termasuk invasi berskala penuh.

"Walau kami yakin Presiden Putin belum membuat keputusan final terkait Ukraina, yang jelas kini ia sudah memiliki kapabilitasnya," kata Austin.

Jenderal Mark Milley, ketua Kepala Staf Gabungan AS, mengatakan bahwa penumpukan prajurit Rusia di dekat perbatasan Ukraina merupakan yang terbesar sejauh yang ia ingat. "Jika Rusia memilih menginvasi Ukraina, tentu akan ada harga yang harus dibayar, dalam hal korban jiwa atau efek-efek signifikan lainnya," tutur Milley.

Baca:  PM Inggris Akan Hubungi Putin untuk Cegah Invasi Rusia ke Ukraina

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id