Covid-19 Mereda, AS Longgarkan Peringatan Perjalanan ke Tiongkok

    Fajar Nugraha - 15 September 2020 11:57 WIB
    Covid-19 Mereda, AS Longgarkan Peringatan Perjalanan ke Tiongkok
    Warga Tiongkok di Provinsi Yunan melakukan tes swab hadapi pandemi covid-19. Foto: AFP
    Washington: Amerika Serikat (AS) pada Senin 14 September 2020 melonggarkan peringatan perjalanan ke Tiongkok. Negeri Paman Sam mengakui bahwa Negeri Tirai Bambu telah membuat kemajuan dalam melawan covid-19 meskipun AS sering mengkritik, Tiongkok sebagai penyebab pandemi.

    Meskipun sudah dilonggarkan, Kementerian Luar Negeri AS masih mendesak warganya untuk mempertimbangkan kembali perjalanan ke Tiongkok. Tetapi meningkatkan sarannya dari peringatan menyeluruh untuk tidak pergi ke negara itu.

    “Tiongkok telah memulai kembali sebagian besar operasi bisnis (termasuk penitipan anak dan sekolah)," kata Kementerian Luar Negeri AS, seperti dikutip Channel News Asia, Selasa 15 September 2020.

    "Kondisi membaik lainnya telah dilaporkan di Tiongkok,” lanjut pengumuman itu.

    Kemenlu AS secara terpisah masih memperingatkan warganya tentang risiko penangkapan sewenang-wenang di Tiongkok. Ini termasuk di Hong Kong karena Beijing memberlakukan undang-undang keamanan baru yang keras.

    Saran perjalanan yang diperbaharui muncuk seminggu setelah Tiongkok menyatakan, kemenangan atas virus ketika Presiden Xi Jinping menghargai para profesional medis dalam upacara kemenangan.

    Tiongkok telah berusaha untuk mengubah covid-19 sebagai contoh kepemimpinan tangkas negara itu melawan pandemi global yang muncul sejak akhir 2019.

    Pemerintahan Presiden Donald Trump sering mengecam Tiongkok dan menyalahkannya atas covid-19. Trump padahal pernah menekan pemberitaan mengenai covid-19, ketika kasus pertama kali dilaporkan di kota Wuhan.

    Trump, yang menghadapi pemilu dalam waktu kurang dari dua bulan, telah menghadapi kritik keras atas penanganannya terhadap krisis kesehatan di Amerika Serikat. Saat ini AS menderita jumlah kematian tertinggi di negara mana pun akibat covid-19.

    Vaksin covid-19

    Mengenai upaya melawan pandemi covid-19, Tiongkok mengatakan vaksin virus korona yang sedang dikembangkan mungkin siap untuk digunakan oleh masyarakat umum paling cepat November. Pejabat Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Tiongkok mengatakan, proses pengembangan dari vaksin saat ini menunjukkan hasil positif.

    Tiongkok saat ini memiliki empat vaksin covid-19 dalam tahap akhir uji klinis. Setidaknya tiga diantaranya telah ditawarkan kepada pekerja penting di bawah program penggunaan darurat yang diluncurkan pada Juli.

    “Uji klinis fase tiga berjalan lancar dan vaksin dapat siap untuk masyarakat umum pada November atau Desember,” kata Kepala Ahli biosafety CDC Guizhen Wu dalam wawancara dengan TV pemerintah pada Senin malam 14 September.

    “Saya tidak mengalami gejala abnormal dalam beberapa bulan terakhir setelah ikut menguji vaksin eksperimental pada April,” tutur Wu.

    Tetapi Wu tidak menjelaskan secara spesifik vaksin mana yang dia maksud.

    Perusahaan farmasi raksasa Tiongkok yakni, China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) dan Sinovac Biotech yang terdaftar di AS, sedang mengembangkan tiga vaksin di bawah program penggunaan darurat negara bagian. Vaksin covid-19 keempat yang sedang dikembangkan oleh CanSino Biologics telah disetujui untuk digunakan oleh militer Tiongkok pada Juni.

    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id