Gubernur New York Tolak Permintaan Trump Kerahkan Tentara

    Marcheilla Ariesta - 02 Juni 2020 16:17 WIB
    Gubernur New York Tolak Permintaan Trump Kerahkan Tentara
    Warga AS di Times Square, New York lakukan protes menuntut keadilan bagai George Floyd. Foto: AFP
    New York: Gubernur New York Andrew Cuomo menolak permintaan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengerahkan tentara dalam atasi demonstrasi yang merebak di AS. Para warga protes menuntut kematian George Floyd, warga kulit hitam AS.

    Cuomo dengan tegas mengatakan tidak akan mengerahkan tentara dan polisi untuk menangani demo ini.

    "Mereka (pedemo) menggelar aksi dengan damai. Mereka adalah orang-orang muda, sebagian besar bahkan kulit putih yang tersinggung dengan apa yang mereka lihat dari pembunuhan Floyd," kata Cuomo, dilansir dari CNN, Selasa 2 Juni 2020.

    Cuomo menambahkan aksi damai para pedemo juga terlihat di Washington, ibu kota Amerika Serikat. Sama seperti Cuomo, Gubernur Illinois J.B Pritzker juga menolak permintaan Trump itu.

    "Faktanya, presiden menciptakan momen untuk memanas-manasi suasana," imbuh Pritzker.

    Menurutnya, para pedemo memiliki hak untuk menyuarakan aksi mereka. "Saya melihat apa yang terjadi ketika pasukan tiba-tiba bergerak maju dan mendorong para demonstran kemudian melempari gas air mata," serunya.

    Sementara itu, terkait dengan penjarahan yang dilakukan pedemo, Cuomo mengatakan itu hanya sebagian kecil dari demonstran. Meski demikian, imbuhnya, tindakan penjarahan merupakan kriminal dan tidak dapat ditoleransi.

    "Penjarahan itu tindakan kiriminal yang tidak bisa ditoleransi, dan dari sudut pandang penegakan hukum, memang perlu menindak tegas mereka. Tapi yang dilakukan presiden hari ini adalah dia berusaha melibatkan militer untuk melawan warga," imbuhnya.

    Guna mengatasi kerusuhan yang muncul akibat protes menuntut keadilan bagi George Floyd, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald trump menegaskan mengerahkan ribuan tentara dan polisi. Mereka pun akan dilengkapi senjata berat.

    Langkah itu diambil oleh Trump untuk mencegah protes lebih lanjut di Washington, di mana bangunan dan monumen telah dirusak di dekat Gedung Putih.

    Bagi Trump aksi demo yang berujung kerusuhan ini dianggapnya sebagai ‘aksi teror domestik’. Protes yang awalnya berlangsung di Minneapolis telah menyebar ke hingga 23 negara bagian.

    Demonstrasi, sebagian besar damai pada siang hari tetapi berubah menjadi kekerasan setelah gelap, telah meletus atas kematian George Floyd, seorang warga Amerika keturunan Afrika berusia 46 tahun yang meninggal di tahanan polisi Minneapolis setelah dijepit di bawah lutut petugas putih selama hampir sembilan menit.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id