Rusia Tegaskan Tak Sembunyikan Apapun Terkait Keracunan Navalny

    Willy Haryono - 05 September 2020 15:04 WIB
    Rusia Tegaskan Tak Sembunyikan Apapun Terkait Keracunan Navalny
    Menlu Rusia Sergey Lavrov. (Foto: AFP)
    Moskow: Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menegaskan bahwa negaranya sama sekali tidak menyembunyikan apapun terkait kasus keracunan yang dialami tokoh oposisi Alexei Navalny. Navalny saat ini dirawat di sebuah rumah sakit di Jerman, usai dirinya diduga diserang racun dalam penerbangan menuju Moskow beberapa pekan lalu.

    Tim dokter di Jerman menyebutkan adanya racun di dalam tubuh Navalny. Sementara Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mengatakan bahwa bukti adanya racun Novichok dalam tubuh Navalny "sudah tidak terbantahkan lagi."

    Sejak Navalny dipindahkan ke Jerman, Lavrov mengatakan ada banyak tuduhan terhadap Rusia. Moskow telah melayangkan permintaan resmi kepada pemerintah Jerman mengenai informasi seputar kondisi Navalny, namun hingga kini disebut Lavrov tidak digubris.

    Menurut Lavrov, Kementerian Luar Negeri Jerman sengaja menghalangi Rusia agar tidak menerima informasi penting mengenai Navalny.

    "Saya terpaksa harus berkata ini. Berdasarkan informasi kami, respons (penyerahan informasi Navalny) ini tertunda karena posisi Kemenlu Jerman," ujar Lavrov, dilansir dari laman Yeni Safak, Sabtu 5 September 2020.

    Sebelumnya, Kantor Jaksa Agung Rusia mengaku membutuhkan sejumlah dokumen untuk mengonfirmasi adanya racun di dalam tubuh Navalny. Konfirmasi diperlukan agar investigasi kasus kriminal dapat dilakukan.

    Rabu kemarin, juru bicara Kanselir Angela Merkel, Steffen Seiber, mengatakan bahwa Berlin akan menginformasikan Uni Eropa dan NATO serta Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) mengenai temuan "racun syarat Novichok" dalam tubuh Navalny.

    Menurut Pemerintah Inggris, racun yang sama telah digunakan terhadap mantan mata-mata Rusia Sergei Skripal dan putrinya di kota Salisbury pada 2018.

    Rusia sudah tidak lagi mengembangkan atau memproduksi senjata kimia karena sudah dihancurkan di tahun 2017. Penghancuran itu sudah diverifikasi dan disertifikasi oleh OPCW.

    Saat ini menurut keterangan Yury Shvytkin, seorang anggota majelis rendah Rusia, Novichok masih diproduksi di Amerika Serikat dan Georgia.

    (WIL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id