comscore

Ikuti AS, Prancis Kurangi Periode Isolasi Individu Positif Covid-19

Marcheilla Ariesta - 02 Januari 2022 20:04 WIB
Ikuti AS, Prancis Kurangi Periode Isolasi Individu Positif Covid-19
Keadaan rumah sakit di Prancis saat varian Omicron menyerang./AFP
Paris: Prancis akan mengurangi periode isolasi untuk mereka yang sudah divaksinasi lengkap tapi dinyatakan positif Covid-19. Kini, masa isolasinya dikurangi dari 10 hari menjadi hanya sepekan.

Kebijakan ini akan mulai berlaku Senin besok.
"Orang yang sudah divaksinasi penuh hanya perlu mengisolasi diri selama tujuh hari, bukan 10 hari, jika positif Covid-19. Ini dimulai pada Senin," kata Menteri Kesehatan Prancis, Olivier Veran, dilansir dari France24, Minggu, 2 Januari 2022.

"Mereka dapat meninggalkan karantina setelah lima hari jika hasil tesnya negatif untuk Covid-19," lanjut Veran.

Ia menambahkan, tidak akan ada karantina untuk individu yang sudah divaksinasi penuh saat melakukan kontak dekat dengan orang positif Covid-19. Namun, hal ini tidak berlaku bagi mereka yang tidak divaksinasi Covid-19.

Baca juga: Prancis Wajibkan Pemakaian Masker untuk Anak-Anak Usia 6 Tahun ke Atas

"Mereka harus mengasingkan diri selama 10 hari dan kemungkinan keluar dari isolasi setelah tujuh hari jika sudah negatif covid-19," terang Veran.

Kebijakan seperti ini juga sudah dilakukan di negara-negara lain seperti Amerika Serikat. Negeri Paman Sam mengurangi masa isolasi Covid-19 menjadi lima hari dalam upaya mencegah gangguan di bidang industri terkait masalah jumlah staf.

Kemenkes Prancis mengatakan, perubahan aturan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam "memperhitungkan evolusi yang sangat cepat dari penyebaran varian Omicron di Prancis."

Menurut Prancis, dengan mengurangi periode isolasi, kehidupan sosial ekonomi dapat terus berlanjut dengan tetap memerhatikan pengendalian virus.

Sabtu kemarin, Prancis menjadi negara keenam di dunia yang melaporkan lebih dari 10 juta infeksi Covid-19 sejak awal pandemi.

Otoritas kesehatan Prancis melaporkan 219.126 kasus baru dalam periode 24 jam, hari keempat berturut-turut setelah negara itu mencatat lebih dari 200.000 infeksi.

Dalam pidato malam tahun baru, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa beberapa pekan ke depan akan menjadi periodesulit. Namun ia berkukuh tidak akan memberlakukan pembatasan baru untuk menahan penyebaran Covid-19.

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id