comscore

Perjuangan Nakes di Tengah Konflik Rusia-Ukraina

MetroTV - 31 Maret 2022 17:26 WIB
Perjuangan Nakes di Tengah Konflik Rusia-Ukraina
Kisah nakes Ukraina di tengah konflik. Foto: Dok/Metro TV
Kiev: Sudah sebulan lebih Rusia menyerang Ukraina. Korban yang berjatuhan merupakan panggilan jiwa bagi para tenaga kesehatan (nakes) di sana. Menurut seorang dokter, rumah sakit anak-anak utama di Ukraina tak luput dari serangan yang bertubi-tubi.

“Antara jam 05.00 dan 06.00, kami mendengar sekitar tiga ledakan dekat rumah sakit,” kata Dokter Saraf RS Ohmatdyt Galyna Fedushka dalam tayangan Newsline, Kamis, 31 Maret 2022.
Organisasi Kesehatan Dunia WHO memperkirakan setidaknya 64 serangan ditujukan pada fasilitas kesehatan Ukraina sejak awal serangan Rusia. Menurut laporan media setempat, tentara Rusia menyerang Unit Gawat Darurat (UGD) dan menyandera orang di Mariupol.

Salah satu dokter di Kiev Uliana Kashchii menceritakan pengalamannya. Ia mengatakan bahwa orang yang bekerja di RS harus lebih cepat tanggap mengingat serangan sudah terjadi di berbagai kota di Ukraina.

“Risiko kerja di RS itu adalah mudah menjadi target serangan,” tutur Kashchii.

Beberapa nakes memutuskan untuk tinggal di RS akibat serangan tersebut, salah satunya ialah Anastasiia Moeisienienko. Anastasiia menuturkan bahwa di hari pertama perang, ia tidak bisa pergi ke RS. Hal ini dikarenakan jarak dari rumahnya ke RS yang jauh sehingga memakan waktu tiga jam perjalanan.

“Kami punya tempat pengungsian dan selalu ada yang bisa menolong,” ujar Moeisienienko.

Rusia Langgar Konvensi WHO

Dalam Konvensi WHO yang diselenggarakan di Jenewa, Swiss, diatur standar kemanusiaan dalam perang. Rumah sakit merupakan objek vital yang tidak boleh diserang dalam perang antarnegara. Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dapat menginvestigasi pelanggaran tersebut atas tuduhan kejahatan perang.

Di tengah huru-hara perang, para dokter di Ukraina menerima bantuan dari pihak swasta dan relawan. Bantuan tersebut kebanyakan berasal dari penjuru dunia, termasuk AS dan Eropa. Beberapa bantuan yang disalurkan di antaranya sarung tangan, alat suntik, serta obat-obatan.

“Jika invasi berlanjut dalam beberapa bulan ke depan, dan sepertinya masih berlanjut, Ukraina akan dapat bantuan medis yang modern dari penjuru dunia,” tutur Pendiri Ingenious Ivanka Nebor.

WHO memberikan peringatan terkait kemampuan kapasitas medis di Ukraina. Terlebih, jumlah pasien dan kebutuhan kemanusiaan terus bertambah setiap waktunya. (Hana Nushratu)

(MBM)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id