Kritikus Putin Dipastikan Diracun dengan Zat Saraf Novichok

    Fajar Nugraha - 03 September 2020 09:45 WIB
    Kritikus Putin Dipastikan Diracun dengan Zat Saraf Novichok
    Pendukung Alexei Navalny membawa posternya di saat oposisi Rusia itu dirawat di Jerman. Foto: AFP
    Berlin: Kritikus kekuasaan Presiden Rusia Vladimir Putin yakni, Alexei Navalny, masih dalam perawatan intensif di sebuah rumah sakit Berlin, Jerman. Menurut Kanselir Jerman Angela Merkel, Navalny diracun dengan zat saraf Novichok.

    Baca: RS Jerman Deteksi Zat Beracun di Tubuh Kritikus Putin.

    Kanselir Merkel pada Rabu 2 September mengatakan, Berlin sekarang mengharapkan Moskow untuk menjelaskan sendiri mengenai kasus ini. Selain itu, Jerman akan berkonsultasi dengan sekutu NATO-nya tentang bagaimana menanggapi, meningkatkan prospek sanksi Barat baru terhadap Rusia.

    Namun Moskow membantah terlibat dalam insiden itu dan Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan, pernyataan Jerman tidak didukung oleh bukti. Negeri Beruang Merah juga mengeluh tentang cara Jerman memilih untuk merilis informasi tentang Navalny.

    "Ini mengganggu. Informasi tentang percobaan pembunuhan melalui peracunan terhadap tokoh oposisi terkemuka Rusia," kata Merkel dalam konferensi pers, seperti dikutip AFP, Kamis 3 September 2020.

    "Alexei Navalny adalah korban serangan dengan zat saraf kimiawi dari kelompok Novichok,” jelasnya.

    Novichok adalah zat yang sama yang menurut Inggris digunakan untuk meracun agen ganda Rusia dan putrinya dalam serangan di Inggris pada 2018. Ini adalah gas saraf yang mematikan dikembangkan oleh militer Soviet pada 1970-an dan 1980-an.

    Navalny, 44, adalah lawan vokal Presiden Rusia Vladimir Putin dan memiliki spesialisasi dalam investigasi berdampak tinggi terhadap korupsi resmi. Dia diterbangkan ke Jerman bulan lalu setelah pingsan dalam penerbangan domestik Rusia setelah minum secangkir teh yang menurut sekutunya diracuni.

    Gedung Putih mengatakan, penggunaan Novichok "benar-benar tercela," dengan Dewan Keamanan Nasional AS mengatakan di Twitter bahwa Washington akan bekerja dengan sekutu "untuk meminta pertanggungjawaban mereka di Rusia, di mana pun bukti mengarah, dan membatasi dana untuk kegiatan jahat mereka.”

    Sumber pemerintah AS yang mengetahui pelaporan dan analisis intelijen AS mengatakan penggunaan agen saraf Novichok menunjukkan Putin bersedia ‘berani’ dalam menargetkan individu yang menurutnya mengancam atau menjengkelkan.

    Dia menggambarkan serangan itu sebagai pernyataan dari pemimpin Rusia bahwa dia adalah bos dan apa yang dia katakan.

    Kremlin, yang telah menolak setiap saran bahwa mereka atau negara Rusia terlibat, mengatakan pihaknya menginginkan pertukaran informasi penuh dan bahwa Jerman dan Rusia harus bekerja sama. Namun ia menambahkan belum dapat memberikan pernyataan yang tepat tentang temuan Jerman tersebut.

    Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan, kepada TV pemerintah bahwa langkah Jerman tampak seperti kampanye informasi bebas fakta lainnya melawan Rusia.

    Otoritas dan dokter Rusia sebelumnya mengatakan mereka tidak dapat menemukan bukti bahwa Navalny diracuni.

    Rusia sudah berada di bawah sanksi Barat setelah aneksasi Krimea dari Ukraina enam tahun lalu. Kebuntuan lain dengan negara-negara Eropa atau Amerika Serikat dapat semakin merugikan ekonominya.

    Inggris dan Prancis ikut mengutuk penggunaan Novichok, bersama dengan Uni Eropa yang mengatakan, mereka yang bertanggung jawab harus diadili.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id