WHO: Seperlima Penduduk Dunia Tetap di Rumah

    Marcheilla Ariesta - 24 Maret 2020 15:57 WIB
    WHO: Seperlima Penduduk Dunia Tetap di Rumah
    Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. Foto: AFP
    Jenewa: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan lebih dari seperlima populasi dunia saat ini diperintahkan untuk tetap di rumah. Kebijakan tersebut dibuat masing-masing negara untuk mencegah meluasnya penyebaran virus korona covid-19.

    Langkah ini diambil banyak negara setelah WHO mengumumkan covid-19 sebagai pandemi global. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan wabah tersebut semakin cepat meluas dan meminta agar negara-negara segera mengambil tindakan terkoordinasi kuat untuk menghadapinya.

    "Kami bukan orang yang tidak berdaya. Kita bisa mengubah lintasan pandemi ini," kata Tedros, dilansir dari TRT World, Selasa 24 Maret 2020.

    Dia mencatat sebenarnya butuh 67 hari untuk mencapai 100 ribu kasus di seluruh dunia. Namun, kenyataannya hanya dalam empat hari kasus covid-19 melonjak dari 200 ribu menjadi 300 ribu.

    Kekhawatiran menjadi semakin menjadi setelah Negara Bagian Amerika Serikat, New York, dikunci. Wilayah ini menjadi salah satu hot spot terbesar di dunia dengan lebih dari 12 ribu orang dinyatakan positif.

    Gubernur New York mengumumkan rencana untuk mengubah pusat konvensi menjadi rumah sakit dengan 1.000 tempat tidur. "Ini akan menjadi lebih buruk sebelum akhirnya nanti membaik. Kami masih relatif tenang sebelum badai," ucap Gubernur Andrew Cuomo.

    Sementara itu, Italia, salah satu negara paling terkena dampak dengan jumlah kasus terbanyak kedua setelah Tiongkok, kini memiliki sedikit harapan. Otoritas mengatakan dalam dua hari terakhir, terdapat penurunan kasus baru dan kematian.

    Negara terakhir yang melakukan lockdown adalah Inggris. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memberlakukan penutupan menyeluruh atau lockdown di tengah semakin meningkatnya jumlah kasus serta kematian terkait covid-19.

    Keputusan lockdown diambil PM Johnson pada Senin 23 Maret 2020 malam. Ia memperingatkan warga untuk tetap berada di dalam rumah, dan hanya boleh keluar untuk membeli makanan atau obat-obatan.
     
    Semua toko non-esensial di seantero Inggris harus ditutup, begitu juga dengan taman bermain dan perpustakaan.

    Per hari ini, jumlah kasus positif korona menjadi 381.653 kasus. Jumlah negara dan wilayah yang terjangkit virus corona bertambah tiga menjadi 195.

    Dari total kasus tersebut, jumlah kematian mencapai 16.558 kasus, sedangkan 102.429 kasus di antaranya sembuh.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id