Tes Antibodi Virus Korona di Inggris Dinyatakan 100 Persen Akurat

    Fajar Nugraha - 14 Mei 2020 14:21 WIB
    Tes Antibodi Virus Korona di Inggris Dinyatakan 100 Persen Akurat
    Ilustrasi oleh Medcom.id.
    London: Public Health England (PHE) mengatakan tes antibodi virus korona dinyatakan 100 persen akurat. Antibodi ini langsung mendapat persetujuan untuk digunakan secara luas di Inggris.

    Menurut PHE para ahli ilmiah di fasilitas Porton Down telah melakukan evaluasi independen terhadap tes darah virus korona yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi Swiss. Hasil pemeriksaan menemukan tes serologi dari Roche ‘sangat spesifik’ dan memiliki akurasi 100 persen.

    Sebelumnya Perdana Menteri Boris Johnson menyebut pengujian antibodi sebagai salah satu jalan, karena dapat menunjukkan berapa banyak orang yang telah terinfeksi covid-19. Tes juga bisa mengetahui jika pasien covid-19 memiliki antibodi untuk melawannya.

    Deteksi antibodi ini dapat membantu untuk menunjukkan apakah seseorang telah mendapatkan kekebalan terhadap virus.

    “Pemerintah Inggris sekarang ingin mendapatkan ‘sebanyak mungkin (antibodi) ini,” menurut sebuah sumber yang dilaporkan oleh The Telegraph.

    Tes darah mendeteksi antibodi pada pasien yang telah terpapar virus, bahkan jika mereka tidak pernah mengalami gejala. Persetujuan tersebut berarti program pengujian antibodi massa NHS sekarang dapat dilakukan.

    Profesor John Newton, koordinator nasional Program Pengujian Virus Korona Inggris mengatakan, meskipun masih belum jelas sejauh mana keberadaan antibodi menunjukkan kekebalan terhadap covid-19, itu adalah "perkembangan yang sangat positif".

    "Kami yakin bahwa tes antibodi berkualitas baik akan tersedia saat dibutuhkan. Minggu lalu, para ahli ilmiah di PHE Porton Down melakukan evaluasi independen terhadap uji serologi Roche Sars-CoV-2 yang baru dalam waktu singkat, menyimpulkan bahwa ini adalah uji yang sangat spesifik dengan spesifisitas 100 persen,” ujar Newton, seperti dikutip Telegraph, Kamis, 14 Mei 2020.

    "Ini perkembangan yang sangat positif karena tes antibodi yang sangat spesifik merupakan penanda infeksi masa lalu yang sangat andal,” imbuhnya.

    “Pada gilirannya dapat menunjukkan beberapa kekebalan terhadap infeksi di masa depan meskipun sejauh mana keberadaan antibodi menunjukkan kekebalan masih belum jelas,” tutur Newton.

    Seorang juru bicara Departemen Kesehatan dan Perawatan Sosial mengatakan: "Kami sedang mengeksplorasi penggunaan tes antibodi di NHS (National Health Service) dan akhirnya masyarakat luas.

    "Kami senang bahwa perangkat mengalami kemajuan melalui validasi, dan secara aktif bekerja sesuai rencana kami untuk meluncurkan pengujian antibodi dan akan membuat pengumuman pada waktunya,” sebutnya.

    Menteri Kesehatan Matt Hancock pekan lalu mengatakan Inggris sedang dalam pembicaraan dengan Roche tentang "peluncuran skala besar" pengujian antibodi virus korona.

    Menurut data Universitas Johns Hopkins, Kamis 14 Mei 2020 jumlah kasus positif secara global mencapai 4.348.308. Adapun korban meninggal telah menyentuh angka 297.232 jiwa dan pasien yang sembuh mencapai 1.551.057 jiwa.

    Sementara kasus positif covid-19 di Inggris mencapai 230.986, dengan korban meninggal mencapai 33.264 jiwa. Adapun mereka yang sembuh mencapai 1.032 orang.


    Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini (https://www.medcom.id/corona).



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id