32 Orang di Inggris Tewas Akibat Pembekuan Darah Usai Divaksin AstraZeneca

    Marcheilla Ariesta - 23 April 2021 07:01 WIB
    32 Orang di Inggris Tewas Akibat Pembekuan Darah Usai Divaksin AstraZeneca
    Sebanyak 32 orang di Inggris meninggal setelah alami pembekuan darah usai divaksin dengan suntikan AstraZeneca. Foto: AFP.



    London: Sebanyak 32 orang dilaporkan meninggal dunia akibat pembekuan darah langka setelah menerima vaksinasi vaksin virus korona (covid--19) AstraZeneca di Inggris. Mereka merupakan bagian dari 168 orang yang menderita sakit tersebut.

    "Berdasarkan tinjauan yang tengah berlangsung, saran kami tetap. Manfaat vaksin lebih besar daripada risikonya di sebagian orang," kata Badan Pengatur Produk Obat dan Kesehatan Inggris (MHRA) dilansir dari AFP, Jumat, 23 April 2021.






    Pemerintah Inggris menawarkan penduduk berusia di bawah 30 tahun menggunakan alternatif vaksin lain. Regulator menyarankan hal tersebut karena kekhawatiran pembekuan darah.

    Dari 168 kasus dalam ringkasan terbaru, trombosis sinus vena serebri (CVST atau pembekuan darah di otak) dilaporkan dalam 77 kasus, dengan usia rata-rata 47 tahun.

    Sementara itu, 91 kasus lainnya memiliki troboemboli besar bersama dengan trombositopenia (trombosit rendah) dengan usia rata-rata 55 tahun.

    Inggris memiliki angka kematian tertinggi di Eropa akibat pandemi covid-19. Sejak vaksinasi massal dimulai dengan vaksin AstraZeneca pada Desember 2020, tingkat infeksi, rawat inap, dan kematian menurun drastis.

    Terlepas dari efek samping AstraZeneca, MHRA dan European Medicines Agency (EMA) menganggap vaksin tersebut masih aman digunakan. Kedua regulator pengawas obat itu menganggap belum ada bukti bahwa efek samping pembekuan darah disebabkan oleh suntikan vaksin AstraZeneca.

    Vaksin untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
     
    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
     
    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.

    Baca juga: Vaksin Tak Terkirim, Uni Eropa Siapkan Tuntutan Hukum ke AstraZeneca
     

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id