Senat AS Bebaskan Donald Trump dari Pemakzulan Kedua

    Yogi Bayu Aji - 14 Februari 2021 06:08 WIB
    Senat AS Bebaskan Donald Trump dari Pemakzulan Kedua
    Mantan Presiden AS Donald Trump bebas dari pemakzulan kedua. Foto: AFP


    Washington: Senat Amerika Serikat (AS) membebaskan mantan Presiden Donald Trump dari pemakzulan kedua. Suara Senat mencapai 57 yang membebaskan berbanding 43 atau kurang dua pertiga suara mayoritas diperlukan untuk menghukum Trump.

    Selama persidangan pemakzulan, Trump dituduh menghasut penyerangan dilakukan oleh pendukung kepada Gedung Capitol pada 6 Januari lalu. Serangan terjadi saat Senat tengah mengesahkan kemenangan Joe Biden sebagai Presiden AS.




    Dalam pemungutan suara, tujuh dari anggota 50 Senat Partai Republik bergabung dengan Partai Demokrat yang bersatu dalam sidang mendukung hukuman.

    Trump meninggalkan jabatannya pada 20 Januari, sehingga pemakzulan tidak dapat digunakan untuk menggulingkannya dari kekuasaan. Tapi Demokrat berharap untuk mendapatkan hukuman untuk menahan dia bertanggung jawab atas pengepungan yang menewaskan lima orang termasuk seorang petugas polisi tewas. Jika dinyatakan bersalah dalam pemakzulan kedua ini, Trump juga dilarang untuk mencalonkan diri sebagai Presiden AS.

    “Jika diberi kesempatan untuk menjabat di masa depan, Trump tidak akan ragu untuk mendorong kekerasan politik lagi,” tegas anggota Senat dari Partai Demokrat.

    Pengacara Trump berpendapat bahwa aksi protes dilindungi oleh hak konstitusionalnya untuk kebebasan berbicara dan dia juga mengatakan bahwa kliennya diberikan proses yang semestinya dalam persidangan.

    Partai Republik menyelamatkan Trump pada 5 Februari 2020, pemungutan suara dalam persidangan pemakzulan pertamanya, ketika hanya satu senator dari barisan mereka - Mitt Romney - yang memilih untuk menghukum dan memecatnya dari jabatannya.

    Sementara pada sidang Sabtu 13 Februari waktu AS, Romney memilih pemakzulan bersama dengan sesama anggota Partai Republik lainnya, Richard Burr, Bill Cassidy, Susan Collins, Ben Sasse, Pat Toomey dan Lisa Murkowski.

    Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell, yang memilih "tidak bersalah", memberikan komentar pedas tentang mantan presiden setelah keputusan itu.



    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id