comscore

Erdogan Kecam Respons AS atas Kematian 13 Warga Turki di Irak

Willy Haryono - 16 Februari 2021 12:00 WIB
Erdogan Kecam Respons AS atas Kematian 13 Warga Turki di Irak
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam pertemuan di Ankara, 10 Februari 2021. (Adem ALTAN/AFP)
Ankara: Presiden Recep Tayyip Erdogan mengecam respons Amerika Serikat atas kematian 13 warga Turki di Irak utara. Turki menuduh militan Partai Pekerja Kurdi (PKK) sebagai dalang di balik kematian 13 warga, sementara AS mengaku belum dapat memastikan pelakunya.

AS telah mengecam keras kematian 13 warga Turki di Irak melalui Kementerian Luar Negeri. Namun menurut Erdogan, kecaman tersebut kurang kuat.
Menurut keterangan Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar, ke-13 warga telah dieksekusi mati oleh PKK di sebuah gua di wilayah Kurdi Irak. Sebagian besar dari mereka ditembak di bagian kepala.

Kematian 13 warga itu terjadi saat Turki meluncurkan operasi militer bertajuk Claw-Eagle 2 terhadap PKK di Irak. Selama ini, Turki menganggap PKK sebagai organisasi teroris.

"Turki telah membunuh 42 teroris dalam fase pertama Operasi Claw-Eagle 2 di Irak utara," kata Erdogan.

"Jika (Amerika Serikat ingin) melanjutkan aliansi kita di level global dan NATO, maka kalian harus berhenti mendukung teroris," lanjutnya, dilansir dari laman UPI pada Selasa, 16 Februari 2021.

Sebelumnya, Kemenlu AS telah menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dari 13 warga sipil yang tewas. "Jika laporan mengenai kematian warga sipil di tangan PKK ini terkonfirmasi, maka kami akan mengecamnya dengan sangat keras," ucap juru bicara Kemenlu AS, Ned Price.

Baca:  AS Kecam Kematian 13 Warga Turki di Irak Utara

Hubungan AS dengan PKK relatif kompleks. Turki menganggap PKK teroris, namun grup tersebut telah membantu Pasukan Demokratik Suriah dan militer AS dalam mengalahkan kelompok militan Islamic State (ISIS) di Suriah.

Konflik antara Turki dan PKK telah berlangsung selama hampir 40 tahun. Ketegangan antar kedua pihak terkadang menguji hubungan Turki dengan AS.

Para Kurdi menguasai beberapa wilayah di Suriah dekat perbatasan Turki dan berharap dapat membangun negara sendiri suatu hari nanti. Turki menentang keras wacana tersebut.

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id