Erdogan Tuding 104 Pensiunan Militer Rencanakan Kudeta Politik

    Marcheilla Ariesta - 06 April 2021 12:59 WIB
    Erdogan Tuding 104 Pensiunan Militer Rencanakan Kudeta Politik
    Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan asat berbicara di Ankara pada 5 April 2021. (Adem ALTAN / AFP)



    Ankara: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuding puluhan pensiunan laksamana tengah merencanakan semacam kudeta politik. Erdogan menyebut salah satu bentuk rencana itu terlihat dari penentangan mereka terhadap proyek pemerintah dalam membangun kanal yang menghubungkan Laut Hitam ke Mediterania.

    Sejauh ini, polisi Turki telah menahan 10 mantan komandan angkatan laut dan memerintahkan empat orang lainnya untuk menyerahkan diri. Penangkapan dilakukan usai mereka menerbitkan surat terbuka yang mengkritik usulan proyek Kanal Istanbul.






    Sejarah Turki dipenuhi kudeta militer, terlebih pascaera Kekaisaran Ottoman. "Tugas pensiunan laksamana bukan untuk menerbitkan deklarasi yang mengisyaratkan kudeta politik," kata Erdogan, dilansir dari AFP, Selasa, 6 April 2021.

    "Di negara yang masa lalunya penuh kudeta, upaya (lain) oleh sekelompok pensiunan laksamana tidak akan pernah bisa diterima," tegasnya.

    Dalam hal ini, kemarahan Erdogan diarahkan pada surat yang diterbitkan 104 mantan laksamana selama akhir pekan kemarin. Mereka mendesak Erdogan mematuhi ketentuan Konvensi Montreux 1936.

    Perjanjian tersebut bertujuan melakukan demiliterisasi Laut Hitam dengan menetapkan aturan ketat tentang jalur kapal perang melalui selat Bosphorus dan Dardanelles.

    Namun, rencana Erdogan untuk membangun jalur pelayaran baru sepanjang 45 kilometer yang membentang ke barat Bosphorus memicu pertanyaan, apakah perjanjian lama akan berlaku untuk proyek kanal yang diusulkan pemerintah?

    Menurut para pensiunan laksamana, Konvensi Montreux 1936 didesain untuk "melindungi kepentingan Turki."

    Percobaan kudeta pernah terjadi di Turki pada 2016. Erdogan menuding upaya menggulingkan pemerintahan tersebut dirancang oleh ulama Fethullah Gulen yang hidup terasing di Amerika Serikat. Gulen membantah tuduhan tersebut.

    Baca:  Total 265 Orang Tewas dalam Kudeta Turki

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id