Trump Setujui Status Darurat untuk Wilayah Washington DC

    Willy Haryono - 12 Januari 2021 14:48 WIB
    Trump Setujui Status Darurat untuk Wilayah Washington DC
    Pemandangan salah satu sudut kota Washington DC, AS. (AFP)
    Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyetujui deklarasi status darurat untuk ibu kota Washington DC pada Senin, 11 Januari. Status darurat untuk wilayah ibu kota ini berlangsung selama dua pekan hingga 24 Januari mendatang.

    "Hari ini, Presiden Donald J. Trump mendeklarasikan bahwa kondisi darurat memang terjadi di District of Columbia, dan ia telah memerintahkan bantuan federal untuk mendukung respons otoritas distrik. Kondisi darurat ini terkait pelantikan presiden ke-59, dan berlaku dari 11 Januari hingga 24 Januari 2021," ujar keterangan dari biro pers Gedung Putih, dilansir dari laman Shine pada Selasa, 12 Januari 2021.

    Status darurat memberikan wewenang kepada Departemen Keamanan Dalam Negeri dan Agensi Manajemen Darurat Federal untuk mengkoordinasikan sumber dayanya dengan otoritas lokal. Status diberlakukan saat Washington DC bersiap menghadapi kemungkinan terjadinya aksi kekerasan menjelang dan saat pelantikan presiden terpilih Joe Biden pada 20 Januari mendatang.

    Deklarasi status darurat merupakan respons Trump dari surat yang diterimanya dari Wali Kota Washington DC Muriel Bowser. Bowser sudah mendeklarasikan status darurat publik selama 15 hari, tak lama usai massa pendukung Trump menyerbu Gedung Capitol pada Rabu, 6 Januari pekan kemarin.

    "Usai terjadinya serangan di Capitol, dan berdasarkan imbauan dari komunitas intelijen mengenai potensi aksi kekerasan dalam periode pelantikan, pemerintahan saya mengevaluasi kembali kesiapan, termasuk meminta perpanjangan dukungan Garda Nasional DC hingga 24 Januari 2021," tulis Bowser dalam surat yang dikirim kepada Trump.

    Menurut Bowser, sumber daya yang dimiliki otoritas Washington DC kurang memadai dalam memastikan keamanan acara pelantikan Biden. Untuk itu, ia meminta Trump untuk memberikan lebih banyak sumber daya.

    "Berdasarkan peristiwa terkini dan estimasi agensi intelijen, kita harus bersiap menghadapi kemungkinan datangnya sekelompok besar ekstremis ke Washington DC," sebut Bowser.

    Senin kemarin, Bowser dan Gubernur Virginia Ralph Northam dan Gubernur Maryland Larry Hogan meminta masyarakat AS untuk menjauhi lokasi pelantikan Biden. Ketiganya meminta masyarakat untuk menonton pelantikan dari rumah, demi menghindari potensi terjebak di tengah aksi kekerasan serta meminimalisasi risiko penularan virus korona (covid-19).

    Biro Investigasi Federal (FBI) telah memperingatkan mengenai rencana sekelompok grup bersenjata yang akan beraksi di periode antara tanggal 16 hingga 20 Januari mendatang di 50 negara bagian, dan dari 17 hingga 20 Januari untuk wilayah ibu kota Washington DC.

    Baca:  FBI Peringatkan Adanya ‘Protes Bersenjata’ Pada Pelantikan Joe Biden

    Sebelumnya Trump telah mengumumkan dirinya tidak akan datang ke pelantikan Biden. Namun Wakil Presiden Mike Pence dikabarkan akan datang ke lokasi bersama istrinya, Karen.


    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id