Pengadilan Turkey Tribunal Tegaskan Adanya Pelanggaran HAM di Turki

    M Sholahadhin Azhar - 26 September 2021 13:57 WIB
    Pengadilan Turkey Tribunal Tegaskan Adanya Pelanggaran HAM di Turki
    Ilustrasi Turki/AFP



    Jenewa: Pengadilan Turkey Tribunal di Jenewa, Swiss, menegaskan adanya pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Turki. Penegasan itu diutarakan Hakim Ketua Françoise Barones Tulkens saat memutus perkara dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan pemerintah Turki pada Jumat, 24 September 2021.

    "Pengadilan menerima laporan yang kredibel tentang adanya kekerasan, penyiksaan, dan bahwa penculikan seseorang itu sama halnya dengan penghilangan paksa," kata Tulkens, seperti dikutip dari stockholmcf.org, Minggu, 26 September 2021.

     



    Baca: Korban Pelanggaran HAM Turki Bersuara

    Tulkens mengatakan penyiksaan dan penculikan sejak 2016 dapat dikategorikan sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan. Menurut dia, keputusan Pengadilan Turkey Tribunal tidak mengikat secara hukum, namun berfungsi sebagai penegak moral dalam meningkatkan kesadaran internasional.

    Di sisi lain, Tulkens juga menyebut ada permasalahan kebebasan pers di Turki. Sebab, pihaknya menerima ada jurnalis dipenjara dan menerima kekerasan fisik. Tulkens menyebut pemerintahan Erdogan tidak memenuhi kewajiban dalam memastikan akses publik.

    "Memperhatikan bahwa impunitas pelaku pelanggaran hak asasi manusia adalah praktik yang mengakar dalam sistem peradilan pidana, pengadilan menggarisbawahi bahwa para korban pelanggaran hak asasi manusia dibiarkan trauma oleh kurangnya akses keadilan," kata Tulkens.

    Selain Tulkens, tokoh-tohoh dunia lain seperti mantan Wakil Ketua Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa (ECtHR) Johann van der Westhuizen menjadi hakim Turkey Tribulan. Selain itu, ada mantan Hakim Mahkamah Konstitusi Afrika Selatan Giorgio Malinverni dan juri ECtHR Ledi Bianku.

    Majelis telah mendengar keterangan saksi korban pelanggaran HAM Turki. Dilengkapi paparan organisasi HAM terkait pelanggaran itu di Turki. Tulkens dan majelis hakim lain telah mendengar kesaksian korban, seperti dari guru Mehmet Alp yang diculik dan menerima intimidasi, Erhan Dogan, yang disiksa dalam tahanan, dan Mustafa Zben yang diculik intelijen Turki.
     



    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id