Pentagon: Sepertiga dari Militer AS Tolak Vaksin Covid-19

    Fajar Nugraha - 18 Februari 2021 17:09 WIB
    Pentagon: Sepertiga dari Militer AS Tolak Vaksin Covid-19
    Seorang petugas medis militer AS yang siap menyuntik vaksin covid-19. Foto: AFP



    Washington: Pejabat Pentagon atau Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) mengatakan pada Rabu 17 Februari bahwa sekitar sepertiga dari militer AS menolak untuk menerima vaksin covid-19. Meskipun tingkat infeksi virus korona yang signifikan dalam pasukan.

    Mayor Jenderal Jeff Taliaferro mengungkapkan tingginya tingkat penolakan dalam sidang Kongres.  Kementerian Pertahanan AS terus mengklasifikasikan vaksin covid-19 sebagai opsional karena belum mendapat persetujuan penuh dari Federal Drug Administration (FDA).




    "Tingkat penerimaan berada di suatu tempat di dua pertiga wilayah," kata Taliaferro, seperti dikutip AFP, Kamis 18 Februari 2021.

    “Namun angka tersebut didasarkan pada data yang sangat awal,” ucapnya.

    Juru Bicara Pentagon John Kirby mengatakan bahwa tidak ada data lengkap militer tentang vaksinasi, tetapi mengatakan sejauh ini lebih dari 916.500 telah diberikan.

    Kirby mengatakan tingkat penolakan setara dengan populasi umum, di mana vaksin belum ditawarkan hampir seluas itu.

    "Kami di militer pada dasarnya mencerminkan tingkat penerimaan masyarakat Amerika," kata Kirby kepada wartawan.

    Pemerintah telah menggandeng militer dan Garda Nasional untuk membantu memvaksinasi masyarakat umum.

    Kirby mengatakan, hingga akhir pekan ini, lebih dari 1 juta anggota militer sudah mendapat suntikan vaksin. Pentagon mewajibkan sebagian besar vaksinasi standar untuk personel militer.

    Tetapi karena vaksin covid-19 hanya disetujui dalam keadaan darurat, mereka tidak dapat dipaksakan pada orang, kata Kirby.

    "Ada batasan nyata, secara hukum kami bermaksud untuk membuatnya wajib bagi pasukan kami dan keluarga mereka,” tutur Kirby.

    Dia mencatat bahwa Menteri Pertahanan Lloyd Austin telah menerima vaksin tersebut.

    "Yang diinginkan menteri adalah agar para pria dan wanita di departemen itu membuat keputusan terbaik dan paling tepat untuk mereka. Terutama pada kesehatan mereka serta kesehatan keluarga mereka," pungkas Kirby.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id