WHO Tunggu Tinjauan Data Global Terkait Vaksin Johnson & Johnson

    Marcheilla Ariesta - 14 April 2021 14:40 WIB
    WHO Tunggu Tinjauan Data Global Terkait Vaksin Johnson & Johnson
    Logo di markas besar WHO di Jenewa, Swiss. (AFP)



    Jenewa: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah menanti tinjauan regulator Amerika Serikat (AS) dan Eropa serta data global terkait vaksin Johnson & Johnson. Pasalnya, AS melaporkan ada enam warga yang mengalami pembekuan darah usai disuntik vaksin tersebut.

    "Kami mengawasi dengan seksama, menunggu tinjauan EMA (Badan Obat-Obatan Eropa) dan FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan AS) dan database global dari laporan efek samping untuk melihat jika ada kasus di tempat lain," kata WHO, dilansir dari AFP, Rabu, 14 April 2021.






    "Perlu sedikit waktu untuk meninjau data," imbuhnya.

    Badan kesehatan federal AS pada Selasa kemarin merekomendasikan penghentian penggunaan vaksin Johnson & Johnson. Langkah ini diambil setelah enam orang dilaporkan mengalami pembekuan darah langka usai divaksinasi.

    Menyusul berita tersebut, Johnson & Johnson menunda peluncuran vaksin ke Eropa.

    Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengklarifikasi pembekuan darah yang terjadi adalah trombosis sinus vena serebral (CVST). Pembekuan darah pada sinus vena dural yang mengalirkan darah dari otak ini membutuhkan perawatan berbeda dari biasanya.
     
    Keenam kasus terjadi pada wanita berusia antara 18 dan 48 tahun, dengan munculnya gejala sekitar enam hingga 13 hari setelah vaksinasi. Pejabat kesehatan mengatakan seorang perempuan meninggal dan satu lainnya di Nebraska, dalam kondisi kritis.

    Selain Amerika Serikat, sejumlah negara lain juga memutuskan tidak akan menggunakan vaksin Johnson & Johnson.

    Baca:  Australia Tidak Akan Gunakan Vaksin Johnson & Johnson

    Vaksin untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
     
    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
     
    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id