DK PBB Serukan Implementasi Konsensus ASEAN Terkait Myanmar

    Willy Haryono - 01 Mei 2021 13:03 WIB
    DK PBB Serukan Implementasi Konsensus ASEAN Terkait Myanmar
    Sebuah sesi di Dewan Keamanan PBB di New York, AS. (AFP)



    New York: Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menyerukan diakhirinya aksi kekerasan di Myanmar sebagaimana tertuang dalam lima poin konsensus ASEAN pada Jumat, 30 April.

    DK PBB juga menyerukan implementasi poin-poin lainnya, termasuk penunjukan seorang utusan dari ASEAN untuk membantu menyelesaikan krisis di Myanmar yang dipicu kudeta militer pada 1 Februari lalu.






    "Rencana ASEAN harus segera diimplementasikan tanpa penundaan," ujar pernyataan DK PBB, dilansir dari laman AFP pada Sabtu, 1 Mei 2021.

    Pernyataan DK PBB disepakati semua negara anggota usai berlangsungnnya sebuah pertemuan tertutup. "Intensitas" pernyataan DK PBB dikurangi agar Tiongkok -- pendukung utama Myanmar -- dan Rusia menyepakatinya.

    Atas permintaan Tiongkok dan Rusia, DK PBB menghilangkan klausul pernyataan mengenai "mengecam aksi kekerasan terhadap demonstran damai" dan "menyerukan militer untuk menahan diri semaksimal mungkin."

    "Perubahan (pernyataan gabungan) harus dilakukan agar persatuan DK PBB terjaga dan tetap relevan," ujar seorang diplomat di PBB yang menolak disebutkan namanya.

    Baca:  Rusia Dukung 5 Konsensus ASEAN untuk Myanmar

    Sejak terjadinya kudeta militer di Myanmar pada Februari lalu, DK PBB telah menyetujui empat pernyataan termasuk yang terbaru pada Jumat kemarin. Semua pernyataan DK PBB "dikurangi intensitasnya" di tengah tekanan dari Tiongkok, salah satu anggota permanen dewan.

    Sesi tertutup di DK PBB diajukan Vietnam untuk mempresentasikan kesimpulan dari ASEAN Leaders' Meeting (ALM) di Indonesia pada 24 April lalu.

    Dalam pernyataan DK PBB disepakati bahwa Utusan Khusus PBB untuk Myanmar, Christine Schraner Burgener, akan mengunjungi Myanmar "sesegera mungkin."

    Saat ini Burgener sedang berada di Bangkok, Thailand. Ia mengaku sudah beberapa kali mengajukan izin mengunjungi Myanmar sejak kudeta, namun sejauh ini masih ditolak.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id