Ketua DPR Desak Wapres AS Copot Donald Trump dari Jabatan

    Fajar Nugraha - 08 Januari 2021 07:53 WIB
    Ketua DPR Desak Wapres AS Copot Donald Trump dari Jabatan
    Ketua DPR AS Nancy Pelosi desak Presiden Donald Trump dipecat. Foto: AFP
    Washington: Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi mengancam akan mendakwa Presiden Donald Trump kecuali Wakil Presiden mengambil tindakan atas serangan massa pendukung Trump ke Gedung Kongres.

    Baca: Massa Pendukung Donald Trump Serbu Gedung Kongres, Senat Dievakuasi.

    Ketua DPR AS Nancy Pelosi dan pemimpin Senat Demokrat Chuck Schumer mendesak Wakil Presiden Mike Pence untuk meminta ketentuan dalam Konstitusi untuk mencopot Presiden Donald Trump dari jabatannya setelah para pendukungnya membobol Capitol.

    "Saya bergabung dengan pemimpin Senat Demokrat dalam meminta wakil presiden untuk mencopot presiden ini dengan segera menerapkan Amandemen ke-25," kata Pelosi pada Kamis.

    "Jika wakil presiden dan Kabinet tidak bertindak, Kongres mungkin siap untuk maju dengan impeachment (pemakzulan),” tegas Pelosi, seperti dikutip AFP, Jumat 8 Januari 2021.

    Amandemen ke-25 Konstitusi AS memungkinkan wakil presiden dan mayoritas kabinet presidensial untuk mencopot presiden dari jabatannya jika dia “tidak dapat menjalankan kekuasaan dan tugas dari jabatannya”.

    Tetapi jika presiden berkeberatan, dua pertiga anggota Kongres harus memilih untuk memecatnya atau dia akan tetap menjabat.

    Sebagian besar anggota Kongres dari Partai Republik telah menahan diri untuk tidak meminta pertanggungjawaban Trump atas massa yang menyerbu gedung Capitol pada Rabu. Serangan itu untuk sementara waktu mengganggu sertifikasi formal kemenangan presiden terpilih Joe Biden.

    Baca: Kabinet dan Politikus Republik Buka Peluang Copot Trump.

    Jika Pelosi menindaklanjuti ancamannya untuk memakzulkan Trump untuk kedua kalinya dalam masa jabatannya, DPR yang dikuasai Demokrat harus memberikan suara pada artikel pemakzulan seperti yang terjadi pada 2018.

    Kemudian akan jatuh ke Senat untuk melakukan persidangan dan pemungutan suara untuk mengeluarkan presiden dari jabatannya.

    Proses pemakzulannya panjang dan Trump hanya memiliki 13 hari tersisa berkuasa sebagai presiden. Sementara pertemuan Senat ditunda hingga 19 Januari dan DPR tidak dijadwalkan untuk bertemu sampai pelantikan Biden pada 20 Januari.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id