WHO Labeli Varian Baru Covid-19 B.1.1.529 dengan Nama 'Omicron'

    Willy Haryono - 27 November 2021 09:17 WIB
    WHO Labeli Varian Baru Covid-19 B.1.1.529 dengan Nama Omicron
    Juru bicara WHO Christian Lindmeier. (AFP)



    Jenewa: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan varian baru Covid-19 B.1.1.529 sebagai "varian of concern" dan menamainya dengan sebutan "omicron." Penamaan dilakukan dalam rapat darurat WHO di Jenewa, dalam membahas varian omicron yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan.

    WHO mengatakan varian Omicron lebih berpotensi memicu infeksi ulang dan lebih cepat berkembang dibanding beberapa varian lainnya. WHO meminta negara-negara dunia untuk meningkatkan kewaspadaan dan melaporkan segala temuan terkait varian Omicron.

     



    "Saat sebuah varian diklasifikasi sebagai variant of concern, maka merupakan hal penting bagi kita semua untuk memiliki pengawasan yang baik terhadap SARS-COV2," ujar WHO, dilansir dari DW, Jumat, 26 November 2021.

    "Varian ini memiliki banyak mutasi, dan beberapa di antaranya memiliki karakteristik yang mengkhawatirkan," sambungnya.

    Tes PCR terlihat masih dapat mendeteksi varian Omicron, yang artinya diagnostik saat ini tetap mampu berjalan secara  efektif.

    Kemunculan varian Omicron telah memicu penundaan penerbangan dari sejumlah negara Afrika dan membuat berbagai pasar saham anjlok.

    Juru bicara WHO Christian Lindmeier mendesak negara-negara dunia untuk tidak begitu saja memberlakukan pembatasan perjalanan. Ia meminta otoritas di banyak negara untuk mengambil kebijakan berdasarkan "pendekatan berbasis risiko dan ilmiah."

    "Saat ini, memberlakukan pembatasan perjalanan masih belum direkomendasikan," tutur Lindmeier.

    WHO menekankan bahwa jajaran ilmuwan saat ini sedang menggali lebih banyak informasi seputar varian Omicron. Secara khusus, otoritas kesehatan sedang menentukan apakah vaksin-vaksin Covid-19 yang tersedia saat ini efektif terhadap varian Omicron.

    Sebelum pertemuan darurat di Jenewa, Utusan Khusus WHO untuk Covid-19, David Nabarro, mengatakan kepada BBC bahwa, "merupakan hal lumrah untuk khawatir" mengenai varian baru yang sedang menyebar di Afrika.

    "Saya beri tahu kenapa -- virus ini terlihat memiliki kapasitas yang lebih besar dalam menghindari pertahanan dari vaksinasi yang kita semua terima sejak awal tahun ini," ungkapnya.

    Baca:  Sejumlah Mutasi Terdeteksi dari Varian Baru Covid-19 Afrika Selatan

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id