Joe Biden Undang Presiden Ukraina ke Gedung Putih

    Willy Haryono - 08 Juni 2021 06:52 WIB
    Joe Biden Undang Presiden Ukraina ke Gedung Putih
    Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. (AFP)



    Washington: Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meminta bertemu Presiden Amerika Serikat Joe Biden sebelum orang nomor satu di AS itu bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pekan depan. AS menolak permintaan itu, namun mengundang Zelensky untuk berkunjung ke Gedung Putih.

    Dalam sebuah wawancara dengan media Axios pada Jumat lalu, Zelensky mengaku ingin bertemu Biden "kapanpun dan di lokasi mana pun di seluruh dunia."

     



    Baca: Presiden Ukraina Ingin Bertemu Biden sebelum Pertemuan dengan Putin

    "Mereka pernah berbicara mengenai semua isu terkait hubungan AS-Ukraina, dan Presiden Biden mengatakan kepada Presiden Zelensky bahwa ia akan mendukung kedaulatan, integritas wilayah dan aspirasi Ukraina," kata penasihat keamanan nasional AS Jake Sullivan kepada awak media di Gedung Putih, Washington.

    "Presiden Biden juga mengatakan kepada Presiden Zelensky bahwa dirinya akan menyambut beliau di Gedung Putih pada musim panas tahun ini usia kembali dari Eropa," sambungnya, dilansir dari laman Voanews pada Selasa, 8 Juni 2021.

    Usai menerima telepon dari Biden, Zelensky mengonfirmasi bahwa dirinya diundang ke Gedung Putih pada Juli mendatang.

    "Terima kasih @POTUS @JoeBiden atas undangannya ke @WhiteHouse pada Juli mendatang. Saya berharap pertemuan ini dapat menjadi kesempatan untuk mendiskusikan cara mengembangkan kerja sama strategis antara Ukraina dan #USA," tulis Zelensky di Twitter.

    Biden akan bertolak menuju Eropa pada Rabu mendatang. Ia akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi G7 di Cornwall, Inggris, dan juga pertemuan NATO dan Uni Eropa di Brussels, Belgia.

    Dari sana, Putin dijadwalkan bertemu Putin di Jenewa, Swiss, pada 16 Juni mendatang. Zelensky tidak termasuk jajaran petinggi yang akan ditemui Biden dalam tur Eropa.

    Selama ini Ukraina berusaha mendapatkan dukungan militer tambahan dari AS di tengah upaya Kiev memerangi separatis pro-Rusia di wilayah timur. Ukraina juga meminta bantuan AS agar dapat menjadi anggota NATO.

    Rusia telah mengingatkan bahwa bergabungnya Ukraina dengan aliansi militer Barat akan menjadi sesuatu yang "sangat tidak dapat diterima."

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id