Fauci Tegaskan AS Tak Akan Terapkan Kembali Lockdown

    Willy Haryono - 02 Agustus 2021 14:57 WIB
    Fauci Tegaskan AS Tak Akan Terapkan Kembali Lockdown
    Dr Anthony Fauci, kepala penasihat kesehatan Presiden AS Joe Biden. (AFP)



    Washington: Amerika Serikat kemungkinan besar tidak akan kembali menerapkan kebijakan penguncian (lockdown) meski saat ini mengalami lonjakan kasus harian varian Delta Covid-19, ucap kepala penasihat kesehatan kepresidenan AS, Dr Anthony Fauci.

    Fauci mengatakan AS memang akan mengalami "rasa sakit dan penderitaan" akibat lonjakan varian Delta, namun lebih dari separuh warganya telah menjalani vaksinasi Covid-19.

     



    "Saya rasa kita tidak akan kembali melihat lockdown," kata Fauci dalam program This Week dari kantor berita ABC dan dilansir AFP, Senin, 2 Agustus 2021.

    Pernyataan Fauci sedikit bertentangan dengan Presiden AS Joe Biden yang mengatakan bahwa Negeri Paman Sam mungkin akan memberlakukan pembatasan baru terkait lonjakan varian Delta.

    Di luar AS, beberapa negara seperti Tiongkok dan Australia kembali mnerapkan lockdown di sejumlah wilayah karena kemunculan varian Delta. Padahal, kedua negara tersebut merupakan dua dari sedikit yang dinilai berhasil meredam penyebaran Covid-19 tahun lalu.

    Sebelumnya belum lama ini, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengubah panduannya terkait kekhawatiran atas varian Delta. CDC kini meminta warga AS yang sudah divaksinasi penuh untuk tetap memakai masker di dalam ruangan atau di area-area berisiko tinggi.

    CDC juga mengatakan bahwa Delta kini sama menularnya seperti penyakit cacar air, walau vaksin-vaksin yang tersedia saat ini dinilai tetap efektif dalam mencegah gejala parah dari varian tersebut.

    Untuk lonjakan kasus varian Delta di AS saat ini, Fauci menyebut sebagian besarnya dialami warga yang belum menjalani vaksinasi. Untuk itu, ia menyerukan kepada semua pihak untuk bersama-sama mempersuasi mereka yang belum divaksinasi untuk mau melakukannya.

    Baca:  Fauci: Warga AS yang Belum Divaksinasi Picu Lonjakan Varian Delta

    Vaksin Slank untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.

     

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id