Anggota WHO Sepakat Bentuk Tim Investigasi Respons Covid-19

    Willy Haryono - 20 Mei 2020 07:57 WIB
    Anggota WHO Sepakat Bentuk Tim Investigasi Respons Covid-19
    Pertemuan Majelis Umum Kesehatan Dunia (WHA) yang dihadiri negara-negara anggota WHO digelar secara virtual di Jenewa, 19 Mei 2020. (Foto: AFP)
    Jenewa: Negara-negara anggota Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sepakat membentuk sebuah tim independen untuk menyelidiki respons global terhadap pandemi virus korona (covid-19). Resolusi pembentukan tim tersebut, yang disepakati secara bulat oleh 194 anggota WHO di Jenewa, juga menyerukan penyelidikan mengenai peran organisasi tersebut.

    Sejak mewabahnya covid-19, Amerika Serikat mengkritik keras respons WHO terhadap covid-19. AS menuding WHO gagal mengumpulkan informasi seputar covid-19, dan juga cenderung bias terhadap Tiongkok -- negara pertama munculnya virus tersebut.

    Uni Eropa menyuguhkan resolusi mengenai pembentukan tim independen mewakili 100 negara anggota. Resolusi menyerukan adanya "evaluasi imparsial, independen, dan komprehensif" atas respons internasional terhadap pandemi covid-19.

    Resolusi juga akan fokus menyelidiki keputusan WHO seputar pandemi covid-19. Sejumlah negara pernah mengkritik WHO yang dinilai terlalu lamban dalam mendeklarasikan covid-19 sebagai pandemi.

    Selain itu, resolusi juga menyerukan komunitas global untuk memastikan "transparansi berkeadilan dan terjangkau" dalam hal pengobatan atau vaksin covid-19. Resolusi juga mendorong WHO untuk menginvestigasi "sumber virus dan rute penyebarannya ke populasi manusia."

    "Karena tidak ada lagi yang keberatan, maka resolusi ini diadopsi," ucap presiden Majelis Umum Kesehatan Dunia (WHA) Keva Bain, yang merupakan Duta Besar Bahama.

    Hal lain yang diatur dalam resolusi ini adalah dukungan konsensus negara-negara anggota, termasuk Indonesia, untuk WHO melakukan evaluasi mandiri atas penanganan covid-10. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyambut baik evaluasi ini dan menegaskan telah menjadi bagian kultur kerja organisasi pascapenanganan wabah dan pandemi.
     
    Proses evaluasi ini juga ditujukan untuk perbaikan upaya global untuk mencegah, bersiap siaga, dan perbaikan kapasitas penanganan pandemi atau krisis kesehatan global di masa mendatang.

    Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menuding WHO sebagai 'boneka' Tiongkok yang hanya berusaha menutup-nutupi skala sebenarnya dari covid-19 di fase awal pandemi. Trump juga telah melayangkan ultimatum kepada WHO untuk segera melakukan perubahan signifikan dalam kurun waktu 30 hari.

    Trump mengancam akan selamanya menghentikan pendanaan AS untuk WHO jika organisasi tersebut tidak segera melakukan reformasi.

    Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini (https://www.medcom.id/corona).



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id