comscore

Populer Internasional: Vaksin Kedaluwarsa Dibuang Hingga Risiko Perang di Ukraina

Willy Haryono - 15 Januari 2022 10:21 WIB
Populer Internasional: Vaksin Kedaluwarsa Dibuang Hingga Risiko Perang di Ukraina
Label COVAX tertempel di sebuah kargo berisi vaksin Covid-19. (AFP)
Brussels: Negara-negara miskin menolak lebih dari 100 juta dosis vaksin Covid-19 yang didistribusikan program COVAX. Alasannya, tanggal kedaluwarsa vaksin bantuan tersebut terlalu dekat.

Kabar tersebut menjadi salah satu berita terpopuler di kanal internasional Medcom.id pada Sabtu, 15 Januari 2022. Dua berita terpopuler lainnya adalah seputar Belanda yang yang tidak akan lagi menggunakan kereta kencana emas dan seputar risiko terjadinya invasi di Ukraina.

Berikut selengkapnya:

  • Negara Miskin Buang Jutaan Vaksin Covid-19 yang Hampir Kedaluwarsa

Tingginya angka penolakan menunjukkan kesulitan memvaksinasi seluruh masyarakat dunia meski pasokan vaksin meningkat. Saat ini, jumlah vaksin Covid-19 yang disalurkan COVAX ke hampir 150 negara sudah mendekati angka 1 miliar.
"Lebih dari 100 juta telah ditolak hanya pada bulan Desember saja," Etleva Kadilli, Direktur Divisi Pasokan di badan PBB UNICEF, mengatakan kepada anggota parlemen di Parlemen Eropa.

“Alasan utama penolakan adalah pengiriman dosis dengan umur simpan yang pendek,” katanya.

Apa lagi alasan di balik penolakan vaksin Covid-19 di kalangan negara-negara miskin? Cek selengkapnya di sini.
  • Simbol Perbudakan, Raja Belanda Tak Lagi Gunakan Kereta Kencana Emas

Raja Belanda Willem-Alexander mengumumkan pada Kamis kemarin bahwa dirinya tidak akan menggunakan lagi kereta kencana emas milik kerajaan. Penghentian ini disebabkan karena kereta itu dianggap sebagai simbol rasisme.

Kereta kuda yang mewah, yang disebut ‘De Gouden Koets’, secara tradisional mengangkut raja Belanda ke pembukaan parlemen dan acara-acara kenegaraan lainnya. Tetapi kereta itu sudah tidak digunakan sejak 2015.

Apa pernyataan Raja Belanda terkait keputusannya ini? Cek selengkapnya di sini.
  • Negosiasi AS-Rusia dan Risiko Perang di Ukraina

Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa Rusia belum terlihat memutuskan apakah akan menginvasi Ukraina atau tidak. Namun AS menegaskan pihak Barat siap mengantisipasi segala kemungkinan.

Rusia telah membahas isu Ukraina dengan Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE) di Wina beberapa hari lalu. Pertemuan ini merupakan yang ketiga setelah dialog dengan AS dan juga Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Apa pernyataan penasihat keamanan nasional AS Jake Sullivan mengenai masalah ini? Cek selengkapnya di sini.

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id