comscore

Promosi Budaya 'A Day in Indonesia' Disambut Hangat Masyarakat Hongaria

Willy Haryono - 26 Januari 2022 07:28 WIB
Promosi Budaya A Day in Indonesia Disambut Hangat Masyarakat Hongaria
Sebagian besar penari yang membawakan tarian tradisional Indonesia adalah warga Hongaria. (KBRI Budapest)
Budapest: "Kami sudah tidak sabar lagi ingin berhoneymoon di Bali,” ucap pasangan muda Hongaria Csaba dan Csilla yang mengikuti kegiatan promosi budaya Indonesia pada 23 Januari lalu di E?tv?s 10 Cultural House – Budapest. Mereka begitu terkesan dengan penampilan tarian dan gamelan tradisional Indonesia.

"Kami memilih Bali karena dari foto-foto yang dipamerkan di sini, terlihat Bali seperti sebuah negeri dongeng," tukas mereka.

 



Sementara itu Duta Besar Indonesia untuk Hongaria, Y.M. A.H. Dimas Wahab dalam sambutan pembukaannya mengatakan, kegiatan ini merupakan sebuah teaser awal tahun. Ia berharap dengan adanya protokol New Normal dan berakhirnya pandemi Covid-19, warga Hongaria pada khususnya dan masyarakat Eropa pada umumnya dapat kembali berkunjung ke berbagai daerah tujuan wisata di Indonesia.

Kegiatan yang berjudul "A Day in Indonesia" itu merupakan hasil kerja sama antara Hopp Ferenc Museum of Asiatic Arts dan Eötvös 10 Cultural House di Budapest.

Berdasarkan keterangan tertulis KBRI Budapest yang diterima Medcom.id, Rabu, 26 Januari 2022, promosi budaya Indonesia ini diawali dengan pemutaran video musik dari anak-anak Indonesia yang tergabung dalam Aksi Cinta Indonesia. Video ini mendapat sambutan hangat dari para penonton.

Hal unik dan menarik dari kegiatan ini adalah, sebagian besar penari yang membawakan Tari Joged dari Bali, Tari Jejer Jaran Dawuh dari Jawa Timur dan Tari Bajidor Kahot dari Jawa Barat adalah warga Hongaria, yang beberapa di antaranya alumni Darmasiswa RI yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sedangkan para nayaga yang membawakan gending-gending klasik Jawa, antara lain Ladrang Blabak, Gambyong dan Pangkur, adalah para alumni Darmasiswa dan masyarakat Hongaria yang belajar bermain gamelan di KBRI Budapest.

Para alumni memainkan gending kreasi baru berjudul Bukan Sembarangan yang lebih enerjik. Tidak ketinggalan para pelajar dan mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam PPI Hongaria ikut memeriahkan acara tersebut dengan membawakan Tari Topeng dari Betawi dan Tari Saman dari Aceh.

Selain menyaksikan tarian, para pengunjung acara juga menikmati keindahan alam, budaya dan masyarakat Indonesia dari hasil jepretan kamera Mario Blanco yang merupakan fotografer dan seniman kenamaan Indonesia asal Bali.

Presentasi singkat dan menarik serta interaktif mengenai Indonesia yang dibawakan oleh Dr. Janos Kubasek, Direktur Hungarian Geograpy Museum dan Ms. Katalin Szeivolt, Museum Education Specialist, mendapatkan sambutan hangat para pengunjung. Selain itu, di akhir presentasi, diadakan kuis mengenai Indonesia. Mereka yang menjawab dengan benar mendapatkan hadiah menarik dari KBRI Budapest dan Hopp Ferenc Museum, yang diberikan langsung oleh Dubes Dimas Wahab.

Acara semakin menarik dengan adanya kegiatan Indonesian Coffee Tasting oleh ITPC Budapest, yang diperagakan langsung oleh salah satu juri coffee tasting international kenamaan dari Hongaria, Mr. Tibor Hajcsunk. Kopi yang dihadirkan adalah kopi dengan tiga rasa berbeda, yaitu Jawa Preanger, Gayo serta Toraja.

A Day in Indonesia juga menyediakan kegiatan edukasi budaya bagi anak-anak dengan memperkenalkan cara membuat wayang dari kertas serta mewarnai berbagai bentuk seni budaya Indonesia di arena Kids Corner.

Para pengunjung juga dimanjakan berbagai hidangan khas Indonesia yang disajikan Restoran ASLI, restoran Indonesia di Hongaria. Kuliner yang disajikan di antaranya Sate Ayam, Ayam Woku, Soto Ayam, dan Gulai Kambing. Sedangkan jajanan pasar yang dapat dinikmati antara lain Wajik, Risoles, Dadar Gulung dan Lemper.

Selama kegiatan promosi budaya Indonesia tersebut, para pengunjung wajib menjalankan protokol kesehatan dengan terlebih dahulu memperlihatkan kartu imunitas Covid-19. Mereka juga harus menggunakan hand sanitizer sebelum masuk dan memakai masker di dalam gedung. Selain itu, jumlah pengunjung yang diperbolehkan memasuki gedung maksimal 180 orang.

Baca:  Bebas Keluar Rumah, Masyarakat Hongaria Nikmati Pertunjukan Seni Indonesia

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id