Belanda Umumkan Lockdown Parsial Akibat Lonjakan Kasus Baru Covid-19

    Medcom - 12 November 2021 17:50 WIB
    Belanda Umumkan Lockdown Parsial Akibat Lonjakan Kasus Baru Covid-19
    Seorang pasien covid-19 menjalani perawatan di rumah sakit Belanda. Foto: AFP



    Amsterdam: Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte mengumumkan pembatasan covid-19 baru pada Jumat, 12 November 2021. Kebijakan ini termasuk “penguncian sebagian” atau partial lockdown musim dingin pertama di Eropa Barat.

    Kebijakan ini diterapkan akibat kasus baru tengah mencapai tingkat tertinggi. Pihak berwenang Belanda melaporkan, sebanyak 16.364 kasus baru covid-19 per Kamis, 11 November 2021. Angkanya disebut memecahkan catatan sebelumnya, sejumlah 12.997 yang ditetapkan Desember lalu.

     



    Baca: Covid-19 Melonjak Lagi, Belanda Disarankan Kembali Terapkan Lockdown.

    Dilansir dari AFP, Jumat, 12 November 2021, pembatasan baru direncanakan akan berlangsung selama tiga minggu, dengan bar, restoran, dan sejumlah toko non-esensial harus tutup pada pukul 19:00 waktu setempat. Media lokal pun melaporkan, warga kembali disarankan untuk bekerja dari rumah.

    Berbagai acara publik akan dibatalkan. Sementara pertandingan sepak bola, termasuk kualifikasi Piala Dunia antara Belanda dengan Norwegia harus dimainkan secara tertutup pada minggu depan.

    Disamping itu, sekolah dilaporkan akan tetap buka dan para warga akan diizinkan meninggalkan rumah mereka tanpa batasan. Rutte dan Menteri Kesehatan Belanda, Hugo de Jonge akan mengadakan konferensi pers pada pukul 19:00 waktu setempat.

    Mereka akan mengumumkan pembatasan, dengan penyiar RTL melaporkan, kabinet menggambarkannya sebagai “penguncian sebagian” untuk “mengurangi kasus dengan cepat”.

    Pemerintah Belanda juga dikabarkan akan membatasi “covid-19 pass” untuk katering dan hiburan, setelah periode tiga minggu. Hal ini membuat pass tersebut hanya dapat digunakan bagi warga yang divaksinasi atau telah pulih dari covid-19, bukan untuk warga yang baru dinyatakan negatif.

    Sementara itu, kedatangan resmi Sinterklas Belanda yang dijadwalkan pada Sabtu di pusat kota bersejarah Utrecht telah dibatalkan karena lonjakan kasus. 

    Bagaimanapun, pembatasan baru sensitif secara politik, dengan ribuan orang berunjuk rasa di Den Haag Minggu lalu. Aksi tersebut digelar setelah pemerintah mengatakan pada 2 November, akan memperkenalkan kembali penggunaan masker di beberapa ruang publik.

    Negara yang memiliki populasi sebanyak 17 juta jiwa tersebut telah melaporkan 2,2 juta kasus dan 18.612 kematian sejak awal pandemi tahun lalu. Pihak rumah sakit telah memperingatkan, mereka tidak akan dapat melewati musim dingin dalam kondisi saat ini.

    Meskipun 82 persen warga Belanda di atas usia 12 tahun telah divaksinasi lengkap, lonjakan covid-19 tetap terjadi. Warga yang tidak divaksinasi dinilai menjadi penyebab sebagian besar kasus perawatan intensif mencapai angka 69 persen.

    Selain itu, rawat inap di rumah sakit dilaporkan sebanyak 55 persen. Namun, berkurangnya efisiensi vaksin, terutama pada orang tua disebut juga menjadi penyebab lonjakan tersebut.

    Pemerintah Belanda mengatakan, akan mulai memberikan suntikan vaksin booster covid-19 pada Desember mendatang. Peningkatan kasus di sebagian besar Eropa ini membuat negara tetangga, Jerman pun tengah mempertimbangkan pembatasan baru. (Nadia Ayu Soraya)

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id