4 Orang Ditahan Polisi Jerman Akibat Plot Serangan Sinagoga

    Fajar Nugraha - 17 September 2021 11:05 WIB
    4 Orang Ditahan Polisi Jerman Akibat Plot Serangan Sinagoga
    Pihak berwenang Jerman tangkap pelaku plot serangan di perayaan Yom Kippur. Foto: AFP



    Berlin: Para pejabat keamanan Jerman, Kamis, mengatakan bahwa mereka telah menahan empat orang, sehubungan dengan rencana penyerangan sebuah sinagoga di Kota Hagen. Seorang remaja berusia 16 tahun, juga turut ditangkap.

    Penahanan terjadi pada Yom Kippur, hari paling suci dalam Yudaisme, dan dua tahun setelah serangan mematikan di kota Jerman lainnya pada hari libur Yom Kippur.

    "Salah satu dari empat orang itu adalah seorang remaja yang tinggal di Hagen," kata Juru Bicara polisi Tanja Pfeffer di dekat Dortmund dikutip dari Arab News, Jumat 17 September 2021.

    Dia menolak mengomentari laporan majalah berita Der Spiegel yang mengatakan remaja itu adalah warga negara Suriah.

    Tanpa mengidentifikasi sumber, majalah berita Der Spiegel melaporkan bahwa dinas intelijen asing memberi tahu pejabat keamanan Jerman tentang ancaman tersebut.

    Dikatakan remaja itu memberi tahu seseorang dalam obrolan online bahwa dia merencanakan serangan dengan bahan peledak di sebuah sinagoga, dan penyelidikan itu mengarahkan penyelidik ke anak berusia 16 tahun, yang tinggal bersama ayahnya di Hagen.

    “Penahanan pada Kamis didahului oleh penggeledahan polisi di beberapa rumah di Hagen,” kata polisi.

    Menteri dalam negeri negara bagian North Rhine-Westphalia, Herbert Reul, tempat Hagen berdomisil membenarkan adanya ancaman serangan.

    Berbicara kepada petugas polisi muda di kota Cologne, Herbert Reul berkata: "Rekan Anda mungkin mencegah serangan”.

    Pada Rabu sore, polisi menutup sinagoga setelah menerima petunjuk tentang kemungkinan serangan. Puluhan petugas polisi mengamankan gedung semalam dan masih berada di tempat kejadian Kamis pagi.

    “Ancaman itu datang ketika orang-orang Yahudi sedang mempersiapkan Yom Kippur, hari paling suci dalam Yudaisme. Menyusul ancaman itu, kebaktian yang direncanakan pada Rabu malam di sinagoge dibatalkan,” lapor kantor berita DPA.

    Polisi Hagen mengatakan Rabu malam bahwa mereka berhubungan dekat dengan komunitas Yahudi.

    Dua tahun lalu saat perayaan Yom Kippur, seorang ekstremis sayap kanan Jerman menyerang sebuah sinagoga di kota Halle, Jerman timur. Serangan terhadap dianggap sebagai salah satu serangan anti-Semit terburuk dalam sejarah pasca-perang negara itu.

    Penyerang berulang kali mencoba, tetapi gagal, untuk memaksa masuk ke sinagog dengan 52 jamaah di dalamnya. Dia kemudian menembak dan membunuh seorang wanita berusia 40 tahun di jalan di luar dan seorang pria berusia 20 tahun di toko kebab terdekat sebagai "target yang tepat" dengan akar imigran.

    Dia memposting screed anti-Semit sebelum melakukan serangan 9 Oktober 2019, di
    kota Halle di Jerman timur dan menyiarkan penembakan itu secara langsung di situs game populer.

    Menteri Kehakiman Jerman Christine Lambrecht dengan tajam mengutuk serangan Hagen yang digagalkan.

    “Tidak dapat ditoleransi bahwa orang-orang Yahudi sekali lagi dihadapkan pada ancaman yang mengerikan dan bahwa mereka tidak dapat merayakan dimulainya hari raya tertinggi mereka, Yom Kippur, bersama-sama,” pungkas Lambrecht.(FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id