Hongaria Ancam Vonis Penjara bagi Penyebar Hoaks Korona

    Willy Haryono - 30 Maret 2020 15:13 WIB
    Hongaria Ancam Vonis Penjara bagi Penyebar Hoaks Korona
    PM Hongaria Viktor Orban. (Foto: AFP)
    Budapest: Hongaria berencana mengesahkan undang-undang baru terkait virus korona (covid-19) yang meliputi ancaman vonis penjara hingga lima tahun bagi penyebar informasi palsu alias hoaks di tengah pandemi. Vonis penjara akan dijatuhkan kepada orang yang terbukti menyebar hoaks dan mempersulit upaya Pemerintah Hongaria dalam menanggulangi pandemi covid-19.

    Namun sejumlah oposisi khawatir terhadap rencana tersebut. Mereka khawatir Perdana Menteri Viktor Orban akan memanfaatkan UU pandemi korona sebagai "senjata" untuk membungkam kritik.

    Oposisi meminta agar UU korona tersebut diberikan batas waktu, agar dapat segera dicabut saat situasi di Hongaria sudah kondusif.

    "UU ini akan menciptakan status darurat nasional di Hongaria yang berlangsung tanpa batas waktu. UU ini juga berpotensi membuat Viktor Orban dan pemerintahannya melanggar hak asasi manusia," ujar David Vig, Direktur Amnesty Internasional cabang Hongaria.

    "Ini bukanlah cara untuk menghadapi krisis yang diakibatkan pandemi covid-19," lanjutnya, dilansir dari laman Guardian, Senin 30 Maret 2020.

    Pemerintahan PM Orban sudah berusaha mengesahkan rancangan UU korona tersebut pekan lalu. Namun UU tersebut membutuhkan dukungan mayoritas dari anggota parlemen.

    Kubu opsisi mengaku khawatir terhadap RUU tersebut, namun bersedia mengkajinya demi mengatasi pandemi covid-19 di Hongaria. "Tentu saja kami mendukung situasi darurat. Kami setuju dengan pemerintah bahwa saat ini memang sedang ada kondisi darurat, dan mereka harus melakukan apapun untuk menanganinya," ungkap Agnes Vadai, seorang anggota parlemen dari koalisi oposisi.

    Berdasarkan data terbaru Universitas Johns Hopkins pada Senin ini, total kasus covid-19 di Hongaria mencapai 447 dengan 15 kematian dan 34 pasien sembuh.

    Di benua Eropa, Hongaria termasuk salah satu negara dengan jumlah kasus covid-19 yang relatif rendah. Sejauh ini, Italia masih menjadi negara dengan jumlah kasus tertinggi covid-19 di Eropa.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id