Pelantikan Joe Biden Tampilkan Parade Virtual di Tengah Covid-19

    Fajar Nugraha - 04 Januari 2021 10:57 WIB
    Pelantikan Joe Biden Tampilkan Parade Virtual di Tengah Covid-19
    Presiden terpilih Amerikat Serikat (AS) Joe Biden akan dilantik pada 20 Januari 2021. Foto: AFP
    Washington: Pelantikan Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan mencakup ‘parade virtual di seluruh Amerika’. Menurut pihak penyelenggara pada Minggu 3 Januari 2021, hal ini konsisten dengan batas kerumunan selama pandemi covid-19.

    Setelah upacara inagurasi pada Hari Pelantikan pada 20 Januari di depan Gedung Capitol AS, Biden dan istrinya, ibu negara Jill Biden. Mereka akan ditemani dengan Wakil Presiden terpilih Kamala Harris dan suaminya dalam berpartisipasi dalam parade yang menerapkan jarak sosial. Ini adalah tradisi di mana Biden akan meninjau kesiapan pasukan militer.

    Biden juga akan menerima pengawalan presiden tradisional dengan perwakilan dari setiap cabang militer dari 15th Street di Washington hingga Gedung Putih.

    “Pengawalan juga akan diberlakukan jaga jarak sosial. Memberikan rakyat Amerika Serikat dan dunia gambaran bersejarah tentang Presiden terpilih yang melanjutkan ke Gedung Putih tanpa menarik banyak orang,” sebut Komite Inagurasi Kepresidenan AS, seperti dikutip Channel News Asia, Senin 4 Januari 2021.

    Para pekerja dalam beberapa hari terakhir mulai membongkar tempat peninjauan parade perdana di depan Gedung Putih saat tim transisi Biden terus mempersiapkan perayaan yang sebagian besar bersifat virtual.

    Penyelenggara juga mengatakan mereka akan mengadakan parade virtual di seluruh negeri untuk "merayakan pahlawan Amerika, menyoroti orang Amerika dari semua lapisan masyarakat di berbagai negara bagian dan wilayah, dan merefleksikan keragaman, warisan, dan ketahanan negara saat kita memulai era baru Amerika" .

    “Acara parade akan ditayangkan di televisi dan menampilkan pertunjukan yang ‘beragam dan dinamis’ di komunitas-komunitas di seluruh negeri, janji panitia pelantikan. Peserta akan diumumkan dalam beberapa minggu mendatang,” kata Direktur Eksekutif Komite Pelantikan Presiden Maju Varghese dalam sebuah pernyataan.

    "Kami sangat senang dengan kemungkinan dan peluang yang dihadirkan momen ini untuk memungkinkan semua orang Amerika berpartisipasi dalam tradisi pengukuhan sakral negara kami," imbuh Varghese.

    Joe Biden dalam beberapa kesempatan menegaskan untuk fokus melawan pandemi covid-19. Dirinya juga menyebutkan bahwa keselamatan warga jadi prioritas, ini yang memicu pengurangan beberapa tradisi dalam inagurasi Presiden Amerika Serikat.

    Menurut data Johns Hopkins University pada Senin 4 Januari 2021 menunjukkan kasus positif covid-19 di Amerika Serikat sudah mencapai 20,6 juta. Sementara korban meninggal menyentuh angka 351.453 jiwa.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id