Wilayah Bavaria Jerman Sepakat Beli Vaksin Covid-19 dari Rusia

    Marcheilla Ariesta - 09 April 2021 01:55 WIB
    Wilayah Bavaria Jerman Sepakat Beli Vaksin Covid-19 dari Rusia
    Vaksin Sputnik V dari Rusia. Foto: AFP



    Berlin: Wilayah Bavaria, Jerman, telah mencapai kesepakatan untuk membeli dosis vaksin covid-19 buatan Rusia, Sputnik V. Kesepakatan ini dilakukan setelah vaksin tersebut disetujui regulator Eropa.

    Negara bagian selatan Jerman itu telah menandatangani surat kesepakatan untuk membeli hingga 2,5 juta dosis vaksin. Hal ini akan dilakukan jika disetujui oleh Badan Obat-obatan Eropa (EMA). Selain opsi mengimpor vaksin dari Rusia, fasilitas produksi akan disiapkan perusahaan farmasi R-Pharm di Kota Illertissen.






    "Pengalaman yang kita dapatkan di bidang pasokan vaksin menunjukkan sangat penting untuk menciptakan kapasitas manufaktur regional di Jerman," kata Menteri Kesehatan Bavaria Klaus Holetschek, dilansir dari Moskow Times, Kamis, 8 April 2021.

    Baca: Indonesia Ajak Negara D-8 Lawan Nasionalisme Vaksin

    Holetschek menggambarkan Sputnik sebagai vaksin yang sangat efektif. Ia mengatakan keputusan mereka sudah tepat untuk mendapatkan opsi tersebut.

    Perdana Menteri negara bagian Bavaria Markus Soeder sebelumnya mengumumkan kerja sama di Munich itu akan membantu meningkatkan kapasitas vaksinasi di Bavaria. Pemerintah Jerman bulan lalu mengatakan akan terbuka menggunakan Sputnik V jika EMA memberikan lampu hijau.

    "Persetujuan tersebut akan memberikan kesempatan untuk menggunakan vaksin dalam kampanye inokulasi di Eropa dan kemudian akan layak dipertimbangkan untuk Jerman," kata juru bicara Kanselir Jerman, Steffen Seibert.

    Kanselir Jerman Angela Merkel juga menyarankan Jerman terbuka untuk menggunakan vaksin yang telah disetujui EMA. Sementara itu, EMA telah meluncurkan tinjauan bergulir terhadap Sputnik V, sebuah langkah kunci untuk disetujui sebagai vaksin virus korona non-Barat pertama yang digunakan di seluruh blok 27 negara.

    Rusia mendaftarkan Sputnik V pada Agustus 2020, menjelang uji klinis skala besar, memicu kekhawatiran di antara banyak ahli atas proses jalur cepat. Ulasan selanjutnya sebagian besar positif, dengan hasil penerbitan jurnal medis terkemuka The Lancet menunjukkan vaksin itu aman dan lebih dari 90 persen efektif.

    Vaksin untuk Indonesia


    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id