Angka Kematian Covid-19 di Eropa Lampaui 1 Juta

    Willy Haryono - 13 April 2021 10:59 WIB
    Angka Kematian Covid-19 di Eropa Lampaui 1 Juta
    Tenaga kesehatan menangani pasien Covid-19 di sebuah rumah sakit di Brussels, Belgia pada 6 April 2021. (JOHN THYS / AFP)



    Jenewa: Total kematian pasien Covid-19 di Eropa telah melampaui angka 1 juta per hari Senin, 12 April kemarin. Terlewatinya angka 1 juta terjadi saat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan bahwa infeksi Covid-19 terus meningkat drastis terlepas dari upaya vaksinasi di banyak negara.

    Menurut laporan kantor berita AFP dari berbagai sumber, angka kematian Covid-19 di Eropa telah mencapai 1.000.288 hingga Senin, pukul 18.30 GMT.






    "Saat ini kita sedang berada di poin kritis pandemi," kata Maria Van Kerkhove, Direktur Teknis WHO untuk Covid-19.

    "Arah lintasan dari pandemi ini meningkat secara drastis," sambungnya, dikutip dari laman France 24 pada Selasa, 13 April 2021.

    Baca:  Dirjen WHO Kembali Tegaskan Pandemi Covid-19 Jauh dari Usai

    Kepada awak media, Van Kerkhove mengatakan bahwa situasi terkini mengkhawatirkan, di saat pandemi Covid-19 sudah memasuki bulan ke-16. Sejak awal pandemi hingga saat ini, Covid-19 telah menginfeksi hampir 136 juta orang, dengan angka kematian lebih dari 2,9 juta.

    Namun terlepas dari kabar buruk ini, Inggris melonggarkan pembatasan Covid-19 pada Senin kemarin. Warga Inggris pun bisa kembali mendatangi beberapa lokasi yang sebelumnya ditutup, seperti bar, restoran, dan tempat cukur rambut.

    Perubahan di Inggris ini mengilustrasikan bagaimana negara besar dengan laju vaksinasi cepat, meninggalkan negara-negara lain yang belum mendapat cukup vaksin Covid-19.

    Di Afrika Selatan, presiden menyerukan pembuatan vaksin dalam negeri. Afsel mengaku kekurangan pasokan vaksin sehingga tidak dapat mendorong laju vaksinasi.

    "Afrika perlu memanfaatkan kemampuan diri sendiri serta mengidentifikasi kesempatan untuk kolaborasi," kata Presiden Cyril Ramaphosa.

    Ramaphosa menyiratkan bahwa India atau Brasil dapat membantu Afrika karena keduanya telah mengembangkan sendiri industri farmasi, termasuk dalam pembuatan vaksin Covid-19.

    Namun dua negara besar itu tengah kewalahan menangani wabah Covid-19. Lonjakan kasus di India bahkan menjadikan negara tersebut bertengger di posisi 2 dunia, menyalip Brasil yang kini berada di urutan ketiga.


    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id