Berlibur saat Lockdown, Keluarga Kerajaan Belanda Dikecam Keras

    Willy Haryono - 18 Oktober 2020 16:04 WIB
    Berlibur saat Lockdown, Keluarga Kerajaan Belanda Dikecam Keras
    Raja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Maxima saat berkunjung ke Roma, Italia. (Foto: AFP)
    Amsterdam: Kelurga kerajaan Belanda bergegas pulang usai sempat berlibur meninggalkan negara selama satu hari. Mereka pulang karena masyarakat Belanda mengecam keras perjalanan liburan tersebut yang dilakukan di tengah pandemi virus korona (covid-19).

    Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima berlibur menuju Yunani pada Jumat kemarin, namun langsung bertolak pulang ke Belanda keesokan malamnya.

    Sang raja dan ratu meninggalkan Belanda saat pemerintahan Perdana Menteri Mark Rutte menerapkan penguncian (lockdown) parsial demi meredam penyebaran covid-19. Meski keluarga kerajaan Belanda tidak melanggar aturan apapun, mereka mengaku khawatir terhadap kritik keras masyarakat.

    PM Rutte juga berada di bawah tekanan untuk menjelaskan apakah dirinya memainkan peran dalam perjalanan liburan keluarga kerajaan.

    Kritik dialamatkan kepada keluarga kerajaan yang berlibur saat pemerintah mengimbau semua warga Belanda untuk tetap berada di rumah. Raja Willem dan Ratu Maxima pulang dengan penerbangan KLM dan tiba di Belanda pada Sabtu malam.

    "Kami tidak ingin memicu keraguan di tengah masyarakat. Untuk mengendalikan virus covid-19, merupakan hal penting bagi kita semua untuk mengikuti protokol," ujar pernyataan resmi dari keluarga kerajaan Belanda.

    "Perdebatan mengenai liburan kami tidak berkontribusi terhadap upaya tersebut," sambung pihak kerajaan, dilansir dari laman BBC pada Minggu, 18 Oktober 2020.

    Monarki Belanda tidak memiliki peran formal dalam pemerintahan. Namun Kementerian Urusan Umum, yang dipimpin seorang PM, bertanggung jawab atas apa yang monarki katakan dan lakukan.

    Sejumlah anggota parlemen telah meminta PM Rutte untuk menjelaskan mengapa dirinya tidak bisa mencegah liburan sang raja dan ratu. "Jika Rutte mengatakan bahwa itu adalah ide buruk, maka kita semua dapat berasumsi bahwa Raja mungkin akan mengubah rencananya," ucap Peter Rehwinkel dari partai PvdA.

    Pemimpin GroenLinks juga menilai perjalanan wisata tersebut merupakan suatu kesalahan, dan membatalkannya merupakan "satu-satunya keputusan yang tepat."

    Baca:  Belanda Umumkan Kematian Pertama Akibat Infeksi Ulang Covid-19

    (WIL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id