Coba Turunkan Ketegangan, Biden Telepon Pemimpin Palestina dan Israel

    Willy Haryono - 16 Mei 2021 10:03 WIB
    Coba Turunkan Ketegangan, Biden Telepon Pemimpin Palestina dan Israel
    Presiden AS Joe Biden saat hendak berbicara di halaman Gedung Putih pada 13 Mei 2021. (ALEX WONG / Getty / AFP)



    Washington: Presiden Amerika Serikat Joe Biden menelepon pemimpin Palestina dan Israel pada Sabtu, 15 Mei 2021, di tengah meningkatnya ketegangan dan aksi saling serang antar kedua kubu. Israel terus menggempur Jalur Gaza dengan serangan udara, sementara kelompok Hamas meresponsnya dengan meluncurkan rentetan roket.

    Dalam sambungan telepon dengan Palestina, Gedung Putih mengatakan bahwa "Biden menginformasikan Presiden (Mahmoud) Abbas mengenai pendekatan diplomatik AS dalam konflik saat ini, dan menekankan pentingnya bagi Hamas untuk berhenti meluncurkan roket ke Israel."

     



    "Kedua pemimpin sama-sama mengekspresikan kekhawatiran atas jatuhnya korban jiwa di kalangan masyarakat sipil, termasuk anak-anak," sambungnya, dilansir dari laman Anadolu Agency.

    Biden juga mengekspresikan dukungan AS terhadap langkah-langkah yang memungkinkan masyarakat Palestina menikmati keamanan, kebebasan, dan kesempatan ekonomi. Terkait hal ini, Biden menyoroti keputusan terbaru AS yang melanjutkan pengiriman bantuan untuk masyarakat Palestina, termasuk di bidang ekonomi dan kemanusiaan.

    Sementara dalam sambungan telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Gedung Putih melaporkan bahwa Biden "menekankan kembali dukungan kuat AS atas hak Israel dalam membela diri dari serangan Hamas dan grup lainnya di Gaza."

    Kepada Netanyahu, Biden menekankan bahwa konflik terbaru telah menelan korban jiwa dari kubu Palestina dan juga Israel. Ia juga mengekspresikan kekhawatiran mengenai keselamatan para jurnalis yang sedang meliput konflik terkini.

    Langkah diplomatik Biden dilakukan usai Israel melakukan serangan udara yang menghancurkan sebuah menara al-Jalaa di Gaza. Menara tersebut merupakan tempat berdirinya kantor sejumlah media internasional, termasuk Al-Jazeera dan Associated Press.

    Baca:  Sekjen PBB 'Sangat Terganggu' atas Hancurnya Menara Media di Gaza

    Di hari yang sama, serangan udara Israel juga menewaskan 10 orang dari satu keluarga yang sama di kamp pengungsi Al-Shati di kota Gaza.

    Serangkaian serangan udara dan artiler Israel sejak 10 Mei lalu telah menewaskan 145 orang, termasuk 41 anak-anak, dan melukai 1.100 lainnya. Ini merupakan aksi kekerasan terburuk di kawasan sejak 2014.
     
    Sementara di Gaza, Hamas telah melepaskan setidaknya 2.300 roket ke arah Israel. Jumlah korban tewas serangan Hamas mencapai 10 orang, termasuk seorang anak kecil dan satu prajurit, dengan korban luka lebih dari 560.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id