Reaksi Pemimpin Dunia atas Aksi Ricuh Pendukung Trump, Twitter Riuh

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 07 Januari 2021 11:34 WIB
    Reaksi Pemimpin Dunia atas Aksi Ricuh Pendukung Trump, Twitter Riuh
    Anggota parlemen berlindung saat pendukung Trump masuk ke Gedung Capitol Rabu, 6 Januari 2021 waktu setempat. Foto: AFP
    Jakarta: Demo pendukung Presiden Donald Trump yang berujung ricuh mendapat respon dari pemimpin dunia. Mereka mengecam aksi kekerasan demostran di Capitol Hill itu melalui akun Twitter masing-masing. Tak dinyana, jagat Twitter menjadi riuh.

    Perdana Menteri Skolandia melalui cuitannya menyebut kericuhan yang terjadi saat rapat gabungan Kongres untuk mengesahkan kemenangan presiden terpilih Joe Biden sebagai adegan yang 'mengerikan'.

    The scenes from the Capitol are utterly horrifying. Solidarity with those in on the side of democracy and the peaceful and constitutional transfer of power. Shame on those who have incited this attack on democracy.
    — Nicola Sturgeon (@NicolaSturgeon) January 6, 2021


    Senada, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyebut kerusuhan di tersebut memalukan. Terlebih Amerika Serikat mewakili demokrasi di seluruh dunia dan sekarang penting bahwa harus ada transfer kekuasaan yang damai dan tertib.

    "Adegan memalukan di Kongres AS. Amerika Serikat mewakili demokrasi di seluruh dunia dan sekarang penting bahwa harus ada transfer kekuasaan yang damai dan tertib," tulis Boris Johnson.

    Disgraceful scenes in U.S. Congress. The United States stands for democracy around the world and it is now vital that there should be a peaceful and orderly transfer of power.
    — Boris Johnson (@BorisJohnson) January 6, 2021


    Pimpinan negara Eropa lainnya juga merespon aksi yang disebut menyerang demokrasi ini. Perdana Menteri  Perancis Jean-Yves Le Drian mengatakan hal tersebut merupakan serangan mengerikan terhadap demokrasi.

    "Tindak kekerasan terhadap institusi Amerika merupakan serangan besar terhadap demokrasi. Saya mengutuk mereka. Keinginan dan suara rakyat Amerika harus dihormati," tulis Jean-Yves Le Drian.

    The violent acts against American institutions are a grave attack against democracy. I condemn them. The American people's will and vote must be respected
    — Jean-Yves Le Drian (@JY_LeDrian) January 6, 2021


    Kecaman tidak hanya berasal dari pemimpin negara eropa. Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan kerusuhan di Gedung Capitol merupakan pemandangan yang sangat menyedihkan. Ia pun mengutuk aksi tersebut.

    "Kami mengutuk tindakan kekerasan ini dan menantikan pemindahan Pemerintahan secara damai ke pemerintahan yang baru terpilih dalam tradisi besar demokrasi Amerika," ujar Scott Morrison.

    Very distressing scenes at the US Congress. We condemn these acts of violence and look forward to a peaceful transfer of Government to the newly elected administration in the great American democratic tradition.
    — Scott Morrison (@ScottMorrisonMP) January 6, 2021


    Komentar-komentar tidak percaya juga dilontarkan dari para petinggi negara lain. Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengatakan dalam sebuah tweet: "Saya mengikuti dengan perhatian berita yang datang dari Capitol Hill di Washington. Saya percaya pada kekuatan demokrasi Amerika”.

    Sanchez pun mengungkapkan keyakinannya bahwa Presiden terpilih Joe Biden akan mengatasi ketegangan kali ini dan menyatukan rakyat Amerika.

    I am following with concern the news that are coming from Capitol Hill in Washington. I trust in the strength of America's democracy.
    The new Presidency of @JoeBiden will overcome this time of tension, uniting the American people.
    — Pedro Sánchez (@sanchezcastejon) January 6, 2021


    Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau juga mengungkapkan keprihatinannya tentang adegan kekerasan di Washington. "Jelas kami prihatin dan kami mengikuti situasi dari menit ke menit," kata Trudeau kepada stasiun radio News 1130 Vancouver.

    “Demokrasi Amerika harus ditegakkan,” jelasnya.

    Canadians are deeply disturbed and saddened by the attack on democracy in the United States, our closest ally and neighbour. Violence will never succeed in overruling the will of the people. Democracy in the US must be upheld - and it will be.
    — Justin Trudeau (@JustinTrudeau) January 6, 2021


    Sementara Kementerian luar negeri Turki mengeluarkan pernyataan yang mengungkapkan keprihatinan tentang kekerasan dan menyerukan ketenangan dan akal sehat sambil mendesak warganya untuk menghindari keramaian dan area protes.

    Adapun Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mengatakan, musuh demokrasi akan dihibur oleh adegan kekerasan di Capitol Amerika Serikat, dan dia meminta Trump untuk menerima keputusan pemilih AS.

    Dalam tweet yang diposting setelah pengunjuk rasa menyerbu kursi legislatif AS, Maas mengatakan kekerasan itu disebabkan oleh retorika yang menghasut. "Trump dan pendukungnya harus menerima keputusan para pemilih Amerika pada akhirnya dan berhenti menginjak-injak demokrasi,” tegasnya.

    Sedangkan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menyebut protes kekerasan di Washington sebagai "pemandangan yang mengejutkan" dan mengatakan hasil pemilihan demokratis AS harus dihormati.


    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id