comscore

Gunung Es Terbesar di Dunia Alirkan Hampir 1 Triliun Ton Air ke Laut

Marcheilla Ariesta - 24 Januari 2022 18:57 WIB
Gunung Es Terbesar di Dunia Alirkan Hampir 1 Triliun Ton Air ke Laut
Bongkahan gunung es terlihat di pulau Half Moon, Antarktika pada 9 November 2019. (Johan ORDONEZ/AFP)
Antarktika: Gunung es terbesar di dunia, A68A, telah melepaskan lebih dari 167 miliar ton air ke laut dalam periode tiga bulan. Jika jumlahnya digabungkan dari awal mencair hingga saat ini, angka totalnya mendekati 1 triliun ton.

Para ahli mengatakan, peristiwa ini sangat berbahaya dan dapat berdampak pada hewan liar.
A68A adalah bagian dari Lapisan Es Larsen-C di semenanjung Antarktika pecah pada Juli 2017. Sebelumnya, gunung es ini merupakan yang terbesar di dunia dengan luas mencapai 2.208 mil persegi.

Namun ketika gunung es itu pecah, bongkahannya mulai melayang melintasi Samudra Selatan. Pada Desember 2020, bongkahan gunung es mulai mendekati pulau Georgia Selatan, yang berjarak sekitar 1.300 mil di lepas pantai Argentina. Pulau itu adalah rumah bagi banyak satwa liar, termasuk penguin dan anjing laut.

Para ilmuwan mengatakan gunung es itu pecah tepat sebelum menghantam dasar laut. "Tabrakan bisa sangat merusak ekosistem pulau, termasuk membunuh satwa liar," kata ahli, dilansir dari USA Today, Senin, 24 Januari 2022.

Sebuah tim ilmuwan internasional memeriksa ukuran dan ketebalan gunung es A68A sejak pertama kali pecah lebih dari tiga tahun lalu dengan menggunakan tiga satelit. Tim menemukan gunung es itu telah melepaskan lebih dari 167 miliar ton air di sekitar pulau dalam periode tiga bulan. Jumlah itu akan cukup untuk mengisi 61 juta kolam renang ukuran Olimpiade.

Baca juga: Bongkahan Gunung Es Sebesar Kota New York Terlepas dari Antarktika

Temuan ini akan diterbitkan dalam Remote Sensing of Environment edisi 1 Maret.

"Ini adalah air lelehan yang sangat besar," kata Anne Braakmann-Folgmann, peneliti di Universitas Leeds di Inggris dan Pusat Pengamatan dan Pemodelan Kutub.

Mencairnya gunung es A68A terjadi karena pergerakannya dari perairan dingin di sepanjang Lintasan Drake ke Laut Scotia yang lebih hangat di dekat pulau. Ketika gunung es A68A mendekati pulau itu, ketebalannya turun dari 771 kaki menjadi 219 kaki, yang sebagian besar terjadi dari November 2020-Januari 2021

Pada April 2021, A68A telah benar-benar mencair, dengan total 992 miliar ton es hilang dalam perjalanan sejauh 2.485 mil sejak pertama kali pecah pada 2017. Pada puncaknya, es dari A68A mencair sebanyak 6,7 meter pada setiap bulannya.

Untungnya, pencairannya cukup untuk memecahkan gunung es sehingga "risikonya lebih kecil dalam hal penyumbatan" pulau itu, tetapi masih bisa berdampak besar padanya. Air tawar yang dingin hanyut mengikuti arus lautan, sehingga campuran dengan air asin hangat akan melepaskan nutrisi ke dalam perairan.

Para ilmuwan percaya ini akan mengubah atau menghasilkan plankton baru di daerah tersebut, yang berdampak pada rantai makanan lokal.

"Hal berikutnya yang ingin kami pelajari adalah apakah itu berdampak positif atau negatif pada ekosistem di sekitar Georgia Selatan," kata Braakmann-Folgmann.

"Karena A68A mengambil rute yang sama melintasi Lintasan Drake, kami berharap dapat mempelajari lebih lanjut tentang gunung es yang mengambil lintasan serupa, dan bagaimana mereka memengaruhi lautan kutub," pungkas dia.

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id