WHO Prediksi Pandemi Covid-19 Berlangsung Hingga Pertengahan 2022

    Marcheilla Ariesta - 28 Juli 2021 16:41 WIB
    WHO Prediksi Pandemi Covid-19 Berlangsung Hingga Pertengahan 2022
    Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (AFP)



    Jenewa: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi pandemi Covid-19 belum akan berakhir, setidaknya hingga pertengahan 2022 mendatang. Prediksi ini didasarkan pada laju vaksinasi global, yang dinilai WHO masih relatif rendah.

    Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menuturkan, pihaknya sangat kecewa dengan kegagalan negara-negara kaya dalam membantu program vaksinasi di negara berkembang dan miskin.

     



    "Pandemi akan berakhir jika dunia memilih untuk mengakhirinya, karena sebenarnya solusi ada di tangan kita," serunya dilansir dari Newsweek, Rabu, 28 Juli 2021.

    Menurut Tedros, target vaksinasi global adalah sekitar 10 persen dari populasi di tiap-tiap negara per September 2021. Ia berharap, angka 40 persen dapat tercapai di akhir tahun, dan 70 persen di pertengahan 2022.

    "Itu merupakan tonggak penting yang harus kita capai bersama untuk mengakhiri pandemi Covid-19," imbuhnya.

    WHO mengestimasi target vaksinasi 70 persen dari populasi di semua negara membutuhkan sekitar 11 miliar dosis vaksin. Untuk mengisi kesenjangan pasokan vaksin, Tedros mendorong negara-negara kaya untuk lebih banyak berbagi ketimbang menimbun.

    Baca:  WHO: Hingga Akhir Tahun RI Dapat Vaksinasi 50 Persen dari Populasi

    Namun, imbuhnya, berbagi vaksin hanyalah solusi jangka pendek. Bagi Tedros, dunia perlu melakukan langkah dramatis untuk meningkatkan jumlah produksi vaksin.

    Lbih dari dua miliar orang di level global sudah divaksinasi. Namun, angka ini masih jauh di bawah target 70 persen yang dibutuhkan untuk mencapai kekebalan kelompok.

    Saat ini, vaksinasi Covid-19 di atas angka 50 persen baru terjadi di beberapa negara.

    Vaksin Slank untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.

     

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id