comscore

Usai Gempa, WNI di Alaska Sempat Diminta Evakuasi ke Dataran Tinggi

Marcheilla Ariesta - 30 Juli 2021 13:16 WIB
Usai Gempa, WNI di Alaska Sempat Diminta Evakuasi ke Dataran Tinggi
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha. Foto: Dok.Kemenlu RI
Alaska: Konsulat Jenderal RI di San Francisco mengatakan WNI di Alaska, Amerika Serikat dalam keadaan baik. Namun, ada masyarakat Indonesia yang diminta untuk evakuasi ke daratan lebih tinggi saat peringatan tsunami diumumkan akibat gempa Alaska.

"Jumlah WNI di Alaska tercatat sebanyak 61 orang. Mayoritas dari mereka tinggal di kota Anchorage dan menyampaikan mereka tidak merasakan peristiwa gempa tersebut," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha, Kamis, 29 Juli 2021.
Baca: Belum Ada Laporan WNI Terkena Dampak Gempa Alaska.

"Terdapat masyarakat Indonesia yang berada di pesisir kota Seward yang sempat diminta untuk evakuasi ke daratan yang lebih tinggi karena 'tsunami warning' namun dibatalkan," imbuhnya.

Judha menuturkan, gempa terjadi pada Rabu, 28 Juli 2021 pukul 22.15 waktu Alaska. Lokasi gempa berada di pesisir kota Perryville yang berjarak 800 kilometer dari kota Anchorage.

"KJRI San Francisco akan terus memonitor perkembangan dan menghubungi aparat setempat serta simpul-simpul masyarakat Indonesia di kota-kota lain di Alaska untuk mengetahui kondisi mereka," lanjut Judha.

Pusat Peringatan Tsunami Nasional Amerika Serikat (NTWC) sudah mencabut peringatan tsunami. Tidak ada laporan mengenai korban terluka atau kerusakan properti. Beberapa warga di pesisir Alaska dievakuasi setelah gempa.

"Mungkin ada beberapa kerusakan kecil di beberapa tempat (di Alaska), namun tsunami yang signifikan dan kerusakan parah seperti itu tidak ada," seru Koordinator NTWC, Dave Snider.

Pusat Peringatan Tsunami Pasifik (PTWC) membatalkan peringatan yang dikeluarkan untuk Hawaii dan wilayah Pasifik AS di Guam. Sementara itu, stasiun penyiaran NHK mengatakan, tidak ada risiko bagi Jepang.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id