comscore

Puluhan Ribu Pedemo Eropa Kecam Pembatasan Covid-19

Willy Haryono - 05 Desember 2021 12:05 WIB
Puluhan Ribu Pedemo Eropa Kecam Pembatasan Covid-19
Polisi terlibat bentrok dengan demonstran anti-lockdown Covid-19 di Wina, Austria, 4 Desember 2021. (FLORIAN WIESER / APA / AFP)
Wina: Puluhan ribu demonstran berunjuk rasa di sejumlah kota di Eropa pada Sabtu, 4 Desember, dalam menentang berbagai pembatasan yang diterapkan pemerintah untuk menekan lonjakan kasus harian Covid-19. Banyak dari mereka mengaku keberatan dengan banyaknya aturan tersebut.

Bulan lalu, Austria menjadi negara pertama di Eropa Barat yang menerapkan kembali penguncian (lockdown). Lockdown terbaru ini berlaku selama 20 hari, dan meliputi kewajiban mengikuti vaksinasi mulai Februari tahun depan.
Sebagian orang dari sekitar 40 ribu pengunjuk rasa di Wina membawa sejumlah spanduk, yang di antaranya bertuliskan "saya akan memutuskan sendiri," "Buat Austria Hebat Lagi," dan "Pemilu Baru."

Unjuk rasa di Wina ini terjadi di tengah gejolak politik, yang tercermin dari pergantian tiga kanselir dalam dua bulan terakhir.

Dikutip dari laman CGTN, Minggu, 5 Desember 2021, sekitar 1.200 polisi telah dikerahkan dalam merespons demonstran anti-lockdown di wilayah Ring Boulevard. Sekitar 1.500 demonstran tandingan juga ikut berunjuk rasa. Di bawah aturan Austria, kedua kubu diperbolehkan untuk menyuarakan aspirasi mereka.

Baca:  Denda Rp57 Juta Menanti Warga Austria yang Menolak Vaksinasi

Di Belanda, ribuan demonstran turun ke jalanan kota Utrecht. Mereka mengecam pembatasan Covid-19 yang mulai diberlakukan pada akhir pekan kemarin. Banyak demonstran membawa spanduk, yang salah satunya bertuliskan, "Kebebasan Medis Sekarang Juga!" Aksi protes ini diawasi ketat aparat kepolisian.

Demonstrasi di Utrecht merupakan yang terbesar di Belanda terkait pembatasan Covid-19. Banyak dari pedemo kesal karena pemerintah membatasi jam operasional bar, restoran, dan sebagian besar pertokoan.

Dua pekan lalu, unjuk rasa bernuansa kekerasan terjadi usai Pemerintah Belanda mengumumkan larangan masuk ke bar, restoran, dan tempat publik lainnya untuk individu yang belum divaksinasi.

"Kami menentang tidak adanya kebebasan terhadap tubuh kami sendiri," tutur seorang demonstran di Utrech, Marit van Hunen. Rencana larangan masuk untuk individu belum divaksinasi itu masih mendapat penentangan keras di parlemen.

Sementara di Frankfurt, polisi membubarkan sebuah demonstrasi karena banyak pedemo tidak memakai masker dan mengabaikan aturan menjaga jarak sosial. Aparat menggunakan tongkat dan semprotan mericu setelah sempat diserang sekelompok pengunjuk rasa.

Dan di Berlin, unjuk rasa berlangsung dalam beberapa kelompok kecil usai pemerintah pusat melarang adanya aksi protes berskala besar.

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id