Rusia Tahan 5 Orang atas Kecelakaan Tambang di Siberia

    Willy Haryono - 28 November 2021 09:56 WIB
    Rusia Tahan 5 Orang atas Kecelakaan Tambang di Siberia
    Petugas berada di dekat lokasi ledakan tambang batu bara di Kemerovo, Siberia, 27 November 2021. (Rostislav NETISOV / AFP)



    Kemerovo: Pengadilan Rusia memerintahkan penahanan terhadap lima orang terkait kecelakaan sebuah tambang batu bara di Siberia yang menewaskan lebih dari 50 orang. Kelimanya akan berada di detensi prapradilan selama dua bulan ke depan.

    Otoritas Rusia mencatat 51 kematian dalam ledakan di tambang Listvyazhnaya di wilayah Kemerovo. Ledakan yang berasal dari gas metana itu menewaskan 46 pekerja tambang dan lima petugas penyelamat.

     



    Tragedi itu disebut-sebut sebagai kecelakaan tambang paling mematikan di Rusia sejak 2010.

    Dilansir dari nzherald.co.nz, Minggu, 28 November 2021, Pengadilan Distrik Sentral Kemerovo memerintahka penahanan direktur tambang Listvyazhnaya, Sergei Makhrakov, deputinya Andrei Molostvov, dan pengawas Sergei Gerasimenok.

    Ketiganya menghadapi dakwaan melanggar aturan keselamatan industri yang berujung pada sejumlah kematian. Jika terbukti bersalah, mereka akan dijatuhi vonis 7 tahun penjara.

    Sementara dua orang lainnya dari perusahaan Rostekhnadzor, Sergei Vinokurov dan Vyacheslav Semykin, juga ditahan selama dua bulan ke depan atas tuduhan keteledoran berujung kematian. Jika terbukti bersalah, mereka juga dapat dijatuhi vonis 7 tahun penjara.

    Terdapat 285 pekerja saat terjadinya ledakan di tambang Listvyazhnaya. Area tambang langsung dipenuhi gas beracun usai ledakan. Sebanyak 239 orang berhasil diselamatkan, dan lebih dari 60 lainnya mendapat perawatan medis.

    Baca:  Rusia Berkabung 3 Hari Setelah Kecelakaan Tambang yang Tewaskan 52 Orang

    Lima penyelamat yang meninggal akan diberikan Order of Courage -- salah satu penghargaan tertinggi Rusia -- secara anumerta. 

    Hingga saat ini masih ada sejumlah orang yang hilang di area tambang. Gubernur Kemerovo Sergei Tsivilyov mengumumkan bahwa operasi pencarian terus berlanjut.

    "Kita perlu mengevakuasi semua orang ke permukaan," ungkapnya. Namun ia mengingatkan tim penyelamat untuk ekstra berhati-hati demi menghindari jatuhnya tambahan korban jiwa.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id