Pegawai Kemenlu AS Ubah Laman Biografi Trump dan Pence

    Willy Haryono - 12 Januari 2021 08:12 WIB
    Pegawai Kemenlu AS Ubah Laman Biografi Trump dan Pence
    Wapres AS Mike Pence (kiri) bersama Presiden AS Donald Trump. (AFP)
    Washington: Laman biografi Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Wakil Presiden Mike Pence di situs Kementerian Luar Negeri AS telah diubah. Dalam perubahan itu, Trump dan Pence terlihat seperti akan mengundurkan diri pada Senin malam, walau jabatan keduanya baru akan berakhir pada 20 Januari mendatang.

    Sejumlah pejabat AS mengonfirmasi kepada kantor berita BuzzFeed News bahwa perubahan biografi dilakukan seorang pegawai Kemenlu yang merasa kesal kepada Trump dan Pence.

    Dikutip dari The National pada Selasa, 12 Januari 2020, laman biografi Trump di situs Kemenlu AS nyaris kosong melompong, dengan hanya ada satu kalimat tersisa: "Masa jabatan Donald J. Trump berakhir pada 2021-01-11 19:49:00."

    Halaman biografi Pence juga hampir sepenuhnya kosong dengan hanya ada satu kalimat, "masa jabatan Michael R Pence berakhir pada 2021-01-11 19:44:22."

    Perubahan mendadak itu memicu berbagai pertanyaan warganet di media sosial. BuzzFeed melaporkan, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo telah memulai investigasi internal mengenai insiden tersebut.

    Trump menghadapi seruan untuk mengundurkan diri usai para pendukungnya menyerbu Gedung Capitol pada 6 Januari. Penyerbuan tersebut menewaskan lima orang, termasuk satu polisi.

    Sementara Pence mendapat tekanan untuk menggunakan Amandemen ke-25, sebuah mekanisme melengserkan presiden yang dianggap sudah tidak mampu bertugas.

    Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat AS telah menghadirkan resolusi terkait Amandemen ke-25, namun langsung ditolak jajaran Partai Republik. Demokrat kemudian menyuguhkan sebuah artikel pemakzulan Trump, yang pemungutan suaranya dijadwalkan berlangsung pada Rabu besok.

    Jika pemungutan suara terkait artikel itu dimulai, maka Trump akan menjadi presiden pertama dalam sejarah AS yang dua kali menghadapi proses pemakzulan. Trump pernah dimakzulkan DPR AS pada 2019, namun ditolak di level Senat sehingga masih dapat berkuasa.

    Baca:  Proses Pemakzulan Kedua Donald Trump Resmi Dimulai


    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id