comscore

Rusia Sebut Hubungannya dengan AS Belum Mencapai Titik Terendah

Willy Haryono - 18 Desember 2021 21:03 WIB
Rusia Sebut Hubungannya dengan AS Belum Mencapai Titik Terendah
Deputi Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov. (Kirill KUDRYAVTSEV / AFP)
Moskow: Rusia mengatakan hubungannya dengan Amerika Serikat (AS) belum mencapai titik terendah, dan proposal keamanan Moskow dapat membantu menurunkan ketegangan kedua negara, ucap Deputi Menteri Luar Negeri Sergei Ryabkov, Sabtu, 18 Desember 2021.

Jumat kemarin, Rusia mengaku menginginkan jaminan hukum bahwa Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) tidak akan melakukan aktivitas militer di Eropa Timur dan Ukraina.

 



Dalam sebuah proposal, Rusia memaparkan deretan keinginan secara mendetail yang disebutnya sebagai hal esensial untuk menurunkan ketegangan saat ini, termasuk mengenai isu Ukraina.

"Saya rasa kami belum mencapai titik terendah (dengan AS), dan setidaknya ada kemajuan dalam beberapa aspek," kata Ryabkov, dilansir dari kantor berita Interfax.

"Moskow menginginkan hubungan yang stabil dan dapat diprediksi dengan Washington," sambungnya.

Ryabkov optimistis hubungan AS-Rusia masih bisa distabilkan dan diperbaiki dengan proposal Moskow. "Tanpa proposal tersebut, situasi akan tetap sulit dan tegang," ungkapnya.

Proposal yang dimaksud Ryabkov terdiri dari dua dokumen, satu untuk NATO dan satunya lagi untuk AS. Kedua dokumen sama-sama dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Rusia.

Sementara itu, penasihat keamnan nasional Gedung Putih Jake Sullivan mengatakan bahwa AS siap untuk berdialog dengan Rusia atas permohonan keamanan mereka. Nantinya, lanjut dia, AS juga akan menyampaikan beberapa kekhawatiran kepada Rusia.

Ukraina dan AS mengatakan bahwa Rusia memiliki lebih dari 90 ribu personel militer di area perbatasan. Penumpukan pasukan ini dianggap sebagai persiapan invasi Rusia ke Ukraina. Moskow berulang kali membantahnya.

"Kami tidak menginginkan konflik, dan kami ingin mencapai sebuah kesepakatan," tutur Ryabkov.

Menlu Inggris Liz Truss mengatakan pada Jumat kemarin, usai Rusia menyampaikan proposal kepada NATO, bahwa penumpukan pasukan Moskow di perbatasan Ukraina dilakukan tanpa adanya provokasi sehingga tidak dapat dibenarkan.

"Rusia harus mengambil langkah konkret untuk menurunkan ketegangan," tulisnya di Twitter.

Baca:  G7 Kirim Pesan yang 'Sangat Jelas' Kepada Putin Terkait Isu Ukraina

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id