Krisis Korona, Trump Belum Pertimbangkan Lockdown Nasional

    Willy Haryono - 17 Maret 2020 06:34 WIB
    Krisis Korona, Trump Belum Pertimbangkan <i>Lockdown</i> Nasional
    Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)
    Washington: Presiden Donald Trump menyampaikan beberapa poin penting dalam upaya Amerika Serikat menghadapi krisis virus korona covid-19. Ia mengatakan saat ini AS sedang berperang menghadapi "musuh tak terlihat yang sangat menular."

    Menurut data Universitas Johns Hopkins per hari ini, Selasa 17 Maret 2020, total kasus covid-19 di AS mencapai 4.464 dengan 78 kematian. Meski angkanya cukup besar, Trump mengaku belum akan melakukan penutupan total (lockdown) berskala nasional seperti yang telah dilakukan beberapa negara.

    "Mungkin kami akan mempertimbangkan (lockdown) untuk beberapa area," sebut Trump, seperti dikutip dari BBC.

    Ia juga mengaku belum memutuskan apakah akan menutup perbatasan AS-Kanada atau tidak. Namun, Trump mengatakan wacana tersebut sedang dibahas sebagai bagian dari upaya menekan penyebaran covid-19.

    Trump meminta semua warga AS untuk tidak berkumpul dengan lebih dari 10 orang untuk 15 hari ke depan. Warga juga diminta menghindari datang ke bar, restoran, tempat makan, pusat kebugaran, atau ruang publik lainnya.

    Berikut beberapa poin lain dari panduan gugus tugas krisis korona AS yang disampaikan Trump:

    1. Warga lanjut usia diminta untuk tetap berada di dalam rumah.
    2. Aktivitas bekerja dan belajar mengajar sebaiknya dilakukan dari rumah.
    3. Siapapun yang dinyatakan positif covid-19 harus berada di dalam rumah beserta seluruh orang yang ada di dalamnya.

    "Kami telah membuat keputusan untuk memperketat panduan ini," sebut Trump.

    Koordinator gugus tugas krisis korona AS, Dr Deborah Birx, menegaskan bahwa 15 hari ke depan merupakan momen krusial. "Jika semua orang di Amerika melakukan apa yang kami minta untuk 15 hari ke depan, maka kita akan melihat perbedaan signifikan," ungkapnya.

    Birx meminta kepada semua kelompok milenial di AS untuk membatasi kontak sosial, meski mereka berisiko lebih rendah terkena dampak buruk korona ketimbang lansia.

    "Mereka adalah kelompok utama yang dapat menghentikan virus ini. Kami ingin masyarakat benar-benar terpisah, tidak berdekatan," tutur Birx. Ia juga memperingatkan mengenai kontak sosial di kalangan orang-orang yang merasa sehat.

    "Ada sekelompok besar orang di luar sana yang tidak memperlihatkan gejala, tapi terus menularkan virus ini," ucapnya.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id