Pengadilan Brasil Buka Kemungkinan Penyelidikan Presiden Bolsonaro

    Fajar Nugraha - 29 April 2020 06:09 WIB
    Pengadilan Brasil Buka Kemungkinan Penyelidikan Presiden Bolsonaro
    Presiden Brasil Jair Bolsonaro terancam diselidiki. Foto: AFP
    Sao Paulo: Pengadilan tertinggi Brasil mengesahkan penyelidikan terhadap Presiden Jair Bolsonaro. Dia dianggap berusaha mengganggu penyelidikan polisi.

    Keputusan itu meningkatkan tekanan pada Bolsonaro, yang mendapat kecaman atas penanganan pandemi virus korona dan krisis ekonomi yang menjulang.

    Tuduhan terhadap Bolsonaro dibuat oleh Sergio Moro, seorang tokoh anti-korupsi yang populer. Moro sebelumnya mengumumkan mengundurkan diri sebagai menteri kehakiman pekan lalu.

    Kepergian Moro mengikuti keputusan Bolsonaro untuk menggantikan kepala polisi federal Brasil, tindakan yang digambarkan Moro sebagai ‘campur tangan politik’ di wilayah yang menurutnya harus dikontrol oleh kementerian kehakiman.

    Selama konferensi pers, Moro mengatakan satu-satunya alasan Bolsonaro ingin menunjuk seorang kepala polisi baru adalah karena ia menginginkan seseorang dalam posisi itu. Menurutnya Bolsonaro ingin lebih mengendalikan seorang kepala polisi.

    "Presiden mengatakan lebih dari sekali bahwa dia menginginkan seseorang yang dapat dia hubungi secara pribadi, yang dapat dia hubungi secara langsung, yang dapat dia terima informasinya, laporan intelijen," kata Moro, seperti dikutip CNN, Rabu, 29 April 2020.

    Tanpa memberi perincian, Moro juga mengatakan perubahan itu terjadi karena Bolsonaro "prihatin tentang kasus-kasus yang tertunda di mahkamah agung."

    Moro juga membantah menandatangani - atau bahkan memiliki pengetahuan tentang - buletin resmi mengumumkan pemecatan kepala polisi.

    Bolsonaro merasa tak bersalah


    Jaksa Agung Brasil meminta mahkamah agung untuk membuka penyelidikan atas tuduhan yang dapat berimplikasi pada Bolsonaro dalam menghalangi keadilan dan Senin malam Hakim Celso de Mello memberi penyelidikan lampu hijau. De Mello mengatakan polisi federal memiliki 60 hari untuk menyelidiki masalah ini.

    “Presiden pun berada di atas otoritas Konstitusi dan hukum republik,” ujar De Mello.

    Bolsonaro membantah melakukan kesalahan dan menyebut Moro "pembohong."

    "Dia berbicara tentang 'campur tangan politik' saya di polisi federal. Jika saya bisa menggantikan menteri, mengapa saya tidak bisa mengganti direktur polisi federal? Saya tidak perlu meminta izin kepada siapa pun," kata Bolsonaro.

    Dia juga mengatakan tidak pernah meminta informasi istimewa tentang investigasi yang sedang berlangsung dan mengatakan bahwa kepala polisi telah meminta untuk mundur dan tidak dipecat.


    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id