Rusia Bantah Bayar Militan untuk Bunuh Pasukan AS

    Willy Haryono - 28 Juni 2020 14:05 WIB
    Rusia Bantah Bayar Militan untuk Bunuh Pasukan AS
    Sekelompok prajurit AS berpatroli di Kandahar, Afghanistan. (Foto: AFP)
    Moskow: Rusia membantah telah mengiming-imingi uang hadiah kepada militan terkait kelompok Taliban untuk membunuh pasukan Amerika Serikat dan Inggris di Afghanistan. Rusia menegaskan, tuduhan tersebut sangat "tidak berdasar."

    Tudingan terhadap Rusia itu termuat dalam laporan di dua media AS, yakni New York Times dan Washington Post. Kedua media itu mengutip beberapa pejabat AS yang mengatakan bahwa unit intelijen Rusia telah menawarkan imbalan kepada militan terkait Taliban tahun lalu.

    Dikutip dari laman BBC, Minggu 28 Juni 2020, Kedutaan Besar Rusia di AS mengecam keras laporan dua media tersebut. Menurut Negeri Beruang Merah, tudingan tak berdasar tersebut membahayakan keselamatan para diplomat Rusia.

    Melalui serangkaian tulisan di Twitter, Kedubes Rusia menuding New York Times telah mempromosikan berita palsu.

    Taliban juga membantah tudingan tersebut. Menurut New York Times, Presiden AS Donald Trump mendapat informasi mengenai langkah Rusia pada Maret lalu. Namun, Gedung Putih membantahnya.

    "Baik presiden maupun wakil presiden tidak pernah mendapat informasi mengenai data intelijen terkait dugaan adanya uang imbalan yang ditawarkan Rusia," kata juru bicara Gedung Putih, Kayleigh McEnany pada Sabtu malam.

    Ia menambahkan bantahan ini bukan difokuskan pada data intelijen, melainkan "laporan New York Times yang tidak akurat mengenai Presiden Trump."

    Jika laporan New York Times dan Washington Post terbukti benar, maka dipastikan akan memicu kemarahan di Kongres AS mengenai mengapa pemerintahan Presiden Donald Trump tidak melakukan apapun untuk mencegahnya. New York Times dan Washington Post tidak menyebutkan apakah skema Rusia tersebut telah berujung pada tewasnya prajurit AS atau Inggris.
     
    Juru bicara Dewan Keamanan Nasional, Kementerian Pertahanan (Pentagon), dan CIA menolak berkomentar mengenai laporan kedua media tersebut.
     
    Kabar mengenai keterlibatan Rusia ini muncul saat Washington berusaha mengakhiri perang di Afghanistan yang sudah memasuki tahun ke-19.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id