Donald Trump Klaim Dicintai Prajurit AS

    Willy Haryono - 08 September 2020 12:38 WIB
    Donald Trump Klaim Dicintai Prajurit AS
    Presiden AS Donald Trump dalam konferensi pers Hari Buruh di Washington, Senin 7 September 2020. (Foto: Mandel Ngan/AFP/Getty)
    Washington: Presiden Donald Trump mengklaim selalu didukung dan dicintai prajurit Amerika Serikat. Namun menurut Trump, bos-bos para prajurit AS di Kementerian Pertahanan atau Pentagon mungkin tidak menyukai dirinya.

    "Saya tidak pernah bilang militer AS mencintai saya. Tapi para prajurit memang mencintai saya," kata Trump dalam konferensi pers Hari Buruh di Washington.

    "Para petinggi Pentagon mungkin tidak (mencintai saya, karena mereka hanya ingin tidak melakukan apapun selain berperang," sambungnya, dikutip dari laman Politico, Selasa 8 September 2020.

    Trump menuduh Pentagon hanya ingin menyenangkan perusahaan-perusahaan pembuat bom, senjata api, dan pesawat tempur di luar sana. Ia juga menuding Pentagon seperti tidak berusaha mengeluarkan AS dari sejumlah "perang yang tak kunjung berakhir."

    Pernyataan disampaikan dalam upaya membela diri usai majalah The Atlantic mengeluarkan laporan bahwa Trump menyebut para tentara AS yang tewas sebagai "sekelompok pecundang." Trump membantahnya, dan menyebut laporan di The Atlantic sebagai "berita palsu."

    Ia mengklaim dirinya sangat mendukung kesejahteraan prajurit AS. Trump mengklaim telah berhasil membangun kembali pasokan militer AS yang disebutnya telah berkurang drastis di masa pemerintahan Barack Obama.

    Tidak hanya itu, Trump juga mengklaim telah meningkatkan jumlah bayaran yang diterima para personel militer AS.

    Menjelang pemilihan umum presiden pada November mendatang, Trump menuding capres Demokrat Joe Biden sebagai sosok yang mendukung peperangan. Biden, wakil presiden di era Obama, juga dituding telah membuat sejumlah perjanjian buruk di pemerintahan terdahulu.

    Menurut pihak Atlantic, Trump pernah membatalkan sebuah kunjungan ke area pemakaman AS di luar Paris pada 2018. Kala itu, menurut laporan Atlantic, Trump menyebut area pemakaman tersebut "dipenuhi para pecundang."
     
    Empat sumber mengatakan kepada Atlantic bahwa Trump menolak wacana mendatangi pemakaman karena hujan dapat merusak rambutnya. Ia juga disebut tidak meyakini bahwa mengapresiasi jasa prajurit AS yang tewas adalah sesuatu yang penting.
     
    Dalam perjalanan yang sama, Trump juga diduga merujuk 1.800 prajurit AS yang tewas di Belleau Wood sebagai "pecundang." Pertempuran di wilayah tersebut membantu mencegah pergerakan pasukan Jerman di Paris selama Perang Dunia I.

    (WIL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id