comscore

Pengadilan Kejahatan Perang di Ukraina, Tentara Rusia Divonis Penjara Seumur Hidup

Medcom - 24 Mei 2022 20:14 WIB
Pengadilan Kejahatan Perang di Ukraina, Tentara Rusia Divonis Penjara Seumur Hidup
Prajurit Rusia bernama Sersan Vadim Shishimarin divonis penjara seumur hidup di pengadilan Ukraina, 23 Mei 2022. (Sergei SUPINSKY / AFP)
Kiev: Seorang tentara Rusia, Sersan Vadim Shishimarin, 21, dinyatakan bersalah pada Senin, 23 Mei 2022 atas pembunuhan warga sipil. Ini adalah pengadilan kejahatan perang pertama di Ukraina sejak Rusia melancarkan invasi pada 24 Februari. Ia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Pengadilan Kiev menjatuhkan vonis setelah tentara itu mengaku bersalah atas pembunuhan Oleksandr Shelipov, 62, wilayah Sumy. Tetapi, ia mengaku hanya mengikuti perintah.
Ia dinyatakan bersalah atas pembunuhan berencana dan melanggar aturan perang di bawah hukum pidana Ukraina.

Tuntutan terhadapnya dapat diganjar penjara 10 tahun hingga seumur hidup. Pengacara Shishimarin mengatakan kepada wartawan bahwa pihaknya akan mengajukan banding.

Saat kejadian, korban tengah mendorong sepedanya dekat desa Chupakhivka, yang terletak dekat perbatasan Rusia, di awal invasi Rusia. Jaksa agung Iryna Venediktova menyatakan Shelipov meninggal di tempat hanya beberapa meter dari rumahnya.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Rusia mengkhawatirkan Shishimarin dan akan mempertimbangkan opsi untuk melindungi tentaranya.

"Tentu saja, kami khawatir akan nasib warga negara kami,” kata Peskov. "Sayangnya, kami tidak dapat melindungi kepentingannya di lapangan."

"Ini karena kurangnya operasional lembaga kami (di Ukraina) secara de facto. Tapi ini tidak berarti kami akan berhenti mempertimbangkan cara untuk melanjutkan upaya kami melalui saluran lain."

Istri Shelipov pekan lalu menyampaikan keinginan agar Shishimarin dijatuhi hukuman seumur hidup. Namun, ia membuka diri atas ide menukarnya dengan pejuang Ukraina yang dibawa ke wilayah kekuasaan Rusia dari pabrik baja Azovstal di Mariupol.

Wajah Shishimarin tampak kosong dan matanya sayu selama persidangan.Mengenakan pakaian biru dan abu-abu, pria berusia 21 tahun itu hanya melihat ke atas sebentar saat Hakim Sergey Agafonov membacakan vonis.

Baca:  Zelensky Minta Rusia Bayar Kompensasi atas Kehancuran di Ukraina

Para jaksa menyatakan bahwa Shishimarin, anggota divisi tank Pengawal ke-4 Kantemirovskaya Rusia, melakukan kejahatan perang ketika menembakkan peluru dari senapannya ke Shelipov.

Dalam pengadilan, Shishimarin mengatakan dirinya diperintahkan rekan-rekan untuk menembak Shelipov karena pria itu tampak sedang menelepon dan mereka takut korban akan melaporkan lokasi mereka setelah mereka melarikan diri dari pertempuran dengan mobil curian.

Kuasa hukum yang mendampingi Shishimarin, Victor Ovsyanikov, merupakan pengacara yang ditunjuk pengadilan Ukraina. Pengacaranya mengatakan kasus terhadap kliennya kuat. Menurut Ovsyanikov, Shishimarin takut akan keselamatannya sendiri jika tidak mematuhi perintah.

Sepanjang invasi, Moskow kesulitan mengelola pasukan muda yang kurang berpengalaman, minim motivasi dan kadang-kadang tampak tidak berkomitmen. (Kaylina Ivani)


(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id