comscore

Wapres AS Kamala Harris Ancam Rusia dengan Sanksi Tipe Terbaru

Willy Haryono - 27 Desember 2021 21:02 WIB
Wapres AS Kamala Harris Ancam Rusia dengan Sanksi Tipe Terbaru
Wakil Presiden AS Kamala Harris. (Brendan Smialowski / AFP)
Washington: Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris mengklaim bahwa tipe sanksi yang akan dijatuhkan AS kepada Rusia adalah jenis baru yang belum pernah dilihat sebelumnya. Pernyataan Harris ini merupakan kelanjutan upaya AS dan sekutunya dalam mengancam Rusia dengan sanksi terkait isu Ukraina.

Ketegangan ini dipicu penumpukan pasukan Rusia di dekat perbatasan Ukraina. AS dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menuduh Rusia hendak menginvasi Ukraina.
Moskow berulang kali membantah tuduhan tersebut. Untuk meredakan ketegangan, AS dan Rusia mencoba berkomunikasi, termasuk yang telah berlangsung antara Presiden Joe Biden dan Presiden Vladimir Putin beberapa waktu lalu.

"Saat ini kami sedang melakukan dialog langsung dengan Rusia. Presiden, seperti yang kalian semua ketahui, telah bertemu secara virtual dengan Putin, dan kami sudah sangat menekankan dengan jelas bahwa kedaulatan Ukraina tidak boleh diinvasi," kata Harris dalam wawancara bersama CBS.

"Kami juga terus berkoordinasi dengan sekutu-sekutu kami terkait masalah tersebut, dan kami juga menekankan dengan jelas bahwa kami sedang mempersiapkan sanksi yang belum pernah dilihat sebelumnya," sambung dia, dilansir dari Mehr News Agency, Senin, 27 Desember 2021.

Jawaban-jawaban Harris disampaikan dalam merespons pertanyaan seputar kemungkinan terjadinya perang di Eropa dalam beberapa pekan ke depan.

Saat ditanya apakah AS hendak menjatuhkan sanksi secara langsung kepada Putin, Harris menjawab: "Saya tidak akan berbicara mengenai sanksi secara spesifik, tapi kami sudah menyampaikan hal tersebut dengan jelas kepadanya."

"Saya ulang lagi, tipe sanksi yang kami bicarakan saat ini adalah sanksi yang belum pernah kami buat sebelumnya," pungkas dia.

Terlepas dari ancaman sanksi, Rusia tetap mempertahankan posisinya dalam menyiagakan pasukan dan melakukan latihan militer dekat perbatasan Ukraina. Mengenai ketegangan saat ini, Moskow menegaskan bahwa Ukraina tidak boleh diizinkan menjadi anggota NATO.

Namun jika itu terjadi, Rusia mengingatkan akan adanya konsekuensi berat bagi keamanan Eropa.

Baca:  10 Ribu Lebih Prajurit Rusia Kembali ke Markas Usai Latihan Dekat Ukraina

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id