Polisi Tembak Mati Pria Kulit Hitam di Philadelphia

    Willy Haryono - 27 Oktober 2020 13:24 WIB
    Polisi Tembak Mati Pria Kulit Hitam di Philadelphia
    Warga mencoba menolong Walter Wallace yang ditembak polisi di Philadelphia, AS pada Senin, 26 Oktober 2020. (Twitter/@AttorneyCrump)
    Philadelphia: Polisi menembak mati seorang pria kulit hitam berusia 27 tahun di Philadelphia, Amerika Serikat pada Senin, 26 Oktober 2020 petang waktu setempat. Juru bicara Departemen Kepolisian Philadelphia mengatakan, penembakan terjadi saat aparat menghadapi seorang pria berpisau di Locust Street sekitar pukul 16.00.

    Menurut laporan media Philadelphia Inquirer, polisi sempat meminta pria tersebut untuk menjatuhkan pisaunya. Dua polisi kemudian melepaskan tembakan setelah pria tersebut menolak melepaskan pisaunya.

    Otoritas Philadelphia mengidentifikasi korban penembakan sebagai Walter Wallace. Ia sempat dilarikan ke Penn Presbyterian Medical Center, namun dinyatakan meninggal saat tiba di rumah sakit tersebut.

    Puluhan warga Philadelphia berunjuk rasa di jalanan tak lama usai penembakan terhadap Wallace. Ayah korban, Walter Wallace Sr., mengatakan bahwa anaknya ditembak sebanyak 10 kali oleh polisi.

    Ia mengatakan bahwa anaknya itu mengalami gangguan mental sehingga mungkin kesulitan mematuhi perintah polisi.

    "Mengapa mereka tidak menggunakan taser saja?" tanya Walter Wallace Sr kepada Philadelphia Inquirer. "Ibunya berusaha meredam situasi kala itu. Tapi mereka menembak anak saya seperti binatang," sambung dia.

    Video di Twitter memperlihatkan massa yang berteriak marah ke arah polisi. Video lainnya memperlihatkan korban bergerak mendekat ke arah polisi yang mengacungkan senjata api.

    Sejumlah saksi mata mengatakan kepada Philadelphia Inquirer bahwa korban memang tetap menggenggam pisau, namun tidak mencoba menusukkannya ke polisi.

    Mark Halloway, salah satu warga setempat, mengatakan bahwa ibu korban sempat bergerak mendekati anaknya dan meminta polisi untuk tidak menembak.

    "Saya berteriak, 'turunkan senjatanya, turunkan senjatanya,' dan semua orang di sana juga berteriak, 'jangan tembak dia,'" tutur ibu Wallace.

    Nama dua polisi yang terlibat dalam penembakan ini tidak disebutkan. Komisaris Polisi Philadelphia, Danielle Outlaw, mengatakan bahwa investigasi terkait penembakan terhadap Wallace sedang dilakukan.

    Wali Kota Philadelphia Jim Kenney mengaku sudah berbicara dengan keluarga Wallace. "Saya berbelasungkawa kepada keluarga dan sahabat Walter Wallace," ungkapnya. 

    "Saya berharap akan ada resolusi cepat dan transparan demi Wallace, keluarganya, jajaran kepolisian, dan semua warga Philadelphia," lanjut Kenney.

    Baca:  Bunuh Perempuan Kulit Hitam AS, Dua Polisi Dibebaskan

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id