Juru Bicara Trump Tegaskan Presiden Kutuk Kerusuhan Gedung Capitol

    Fajar Nugraha - 08 Januari 2021 09:31 WIB
    Juru Bicara Trump Tegaskan Presiden Kutuk Kerusuhan Gedung Capitol
    Sekretaris Pers Gedung Putih Kayleigh McEnany sebut Trump kutuk serangan di Gedung Capitol. Foto: AFP
    Washington: Juru Bicara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, presiden dan jajarannya mengutuk para perusuh yang menyerbu Gedung Capitol pada Rabu. Serangan itu  mengganggu sertifikasi kemenangan Electoral College Presiden terpilih Joe Biden.

    “Kekerasan yang kita lihat kemarin di gedung DPR negara kita mengerikan, tercela dan bertentangan dengan cara Amerika. Kami mengutuknya, presiden dan pemerintahan ini sekuat mungkin,” ujar Sekretaris Pers Gedung Putih Kayleigh McEnany, seperti dikutip AFP, Jumat 8 Januari 2021.

    "Mereka yang bekerja di gedung ini bekerja untuk memastikan transisi kekuasaan yang tertib," katanya.

    Namun McEnany tidak menjawab pernyataan yang diajukan para wartawan. Trump tidak secara pribadi mengutuk tindakan massa dan tidak pernah terlihat atau terdengar di depan umum sejak memposting video yang mendesak para pendukungnya yang menyerbu Capitol untuk "pulang."

    Twitter menghapus video -,yang menyebabkan Trump mengulangi klaim palsu penipuan pemilu dan menyatakan simpati terhadap para perusuh,- dan menonaktifkan akun Twitter-nya.

    Manajer media sosial Trump, Dan Scavino, memposting pernyataan di Twitter Kamis pagi, setelah Kongres kembali ke Capitol dan mensertifikasi kemenangan Biden. Setelah itu Trump baru mengatakan dia akan memastikan "transisi yang tertib" meskipun dia membantah hasil pemilihan.

    “Apa yang kami lihat kemarin adalah sekelompok perusuh yang kejam yang merongrong hak-hak Amandemen Pertama yang sah dari ribuan orang yang datang dengan damai agar suaranya didengar di ibu kota negara kami,” kata McEnany.

    "Mereka yang mengepung dengan kejam ibu kota kami adalah kebalikan dari semua yang diperjuangkan oleh pemerintahan ini,” tegasnya.

    Penyerangan ini mendapat kecaman dari berbagai pihak, termasuk para mantan presiden AS, seperti Barack Obama dan Bill Clinton. Bahkan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyebut sebagai sosok yang patus dipersalahkan atas serangan itu.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id